Unduh Aplikasi

Dokumen Interpelasi DPRA Diserahkan ke Fraksi

Dokumen Interpelasi DPRA Diserahkan ke Fraksi
Inisiator penggunaan hak interpelasi terhadap Plt Gubernur Aceh saat melakukan konferensi pers di ruang Komisi V DPRA, Senin (7/9). Foto: AJNN/Rahmat Fajri.

BANDA ACEH - Dokumen usulan penggunaan hak interpelasi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terhadap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah sudah diserahkan kepada para pimpinan fraksi oleh para inisiator.

Adapun lima inisiator penggunaan hal interpelasi itu yakni Iskandar Usman Al Farlaky (Partai Aceh), Irpannusir (PAN), Reza Fahlevi Kirani (PNA), Muslim Syamsudin (SIRA) dan Tarmizi (Partai Aceh).

Salah seorang pengusul, Iskandar Usman Al Farlaky mengatakan, berkas interpelasi tersebut diserahkan kepada seluruh pimpinan fraksi karena masih memerlukan sinkronisasi untuk merampungkan dokumen.

"Berkas usulan interpelasi yang awalnya berada di tangan kami, hasil rapat kami serahkan ke pimpinan fraksi-fraksi yang ada untuk sinkronisasi terkait bahan yang dilampirkan dalam draft interpelasi," kata Iskandar saat jumpa pers di ruang rapat Komisi V DPRA, Senin (7/9).

Iskandar menyampaikan, dari total sembilan fraksi dan 81 anggota DPRA, dokumen interpelasi tersebut sudah ditandatangani oleh 55 orang yang tergabung dalam enam fraksi yakni Partai Aceh, Golkar, Gerindra, PAN, PKS, PNA.

"55 orang minus Fraksi Demokrat, PPP, dan PKB-PDA," ujarnya.

Iskandar menuturkan, usulan tersebut diberikan kepada pimpinan fraksi agar prosesnya lebih sempurna. Nantinya, para ketua lintas fraksi yang langsung menyerahkan dokumen interpelasi itu kepada pimpinan DPRA.

"Karena kita disini bernaung di bawah fraksi masing-masing. Setelah itu baru diserahkan kepada pimpinan DPRA untuk dibawa dalam rapat Banmus," tutur Iskandar.

Seperti diketahui, usul hak interpelasi itu muncul dalam rapat paripurna DPRA tentang Raqan pertanggungjawaban APBA 2019 pada Selasa 1 September 2020 lalu.

Anggota DPRA kecewa terhadap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah yang tidak pernah menghadiri rapat paripurna, padahal banyak persoalan yang ingin dipertanyakan. Karena masalah itu kemudian wacana interpelasi dikemukakan legislatif.

Komentar

Loading...