Unduh Aplikasi

Dokter cantik diolok-olok fans lawan, Chelsea teriak

Dokter cantik diolok-olok fans lawan, Chelsea teriak
Dokter cantik tim chelsea 663 382
Chelsea menanggapi serius pelecehan yang dilakukan suporter lawan terhadap dokter tim mereka, Eva Carneiro. Dokter wanita yang juga fisioterpais tim itu beberapa kali menjadi sasaran perlakuan diskriminatif dari suporter lawan saat menjalankan tugasnya di lapangan.

Seperti dilansir Dailymail, insiden sempat dialami Carneiro mendampingi The Blues menghadapi Manchester United dan Manchester City. Rekaman teriakan kata-kata kotor dari suporter tim papan atas tersebut sempat disiarkan oleh BBC, Kamis malam.

"Kesetaraan merupakan salah satu yang kami sikapi dengan serius, dan kami membenci sikap diskriminatif dalam segala bentuknya, termasuk perbedaan gender. Perilaku seperti itu tak dapat diterima dan harus diberantas," kata juru bicara Chelsea.

Kampanye kelompok wanita di sepakbola juga meluncurkan gerakan anti-seksisme di sosial media sejak Jumat dan telah menghubungi ke-92 klub yang berlaga di Premier League maupun Football League. Menyongsong hari Perempuan Sedunia, 8 Maret 2015, mereka juga meminta setiap klub melindungi pekerja wanitanya di setiap laga.

Menteri Olahraga, Helen Grant, mendukung gerakan ini. "Tentu saja hal itu benar bahwa kita harus melindungi pekerja wanita yang bekerja di industri sepakbola dan memegang peran penting terhadap kesuksesan pertandingan," ujar Grant.

"Saya ingin lebih banyak lagi wanita yang terlibat dalam sepakbola dan melihat industri bekerja baik di dalamnya. Seksisme dalam bentuk apapun tidak boleh ditoleransi dan saya mendukung upaya masyarakat untuk melaporkan setiap insiden kekerasaan yang berkaitan dengan perbedaan jenis kelamin, dan pelecehan seksual demi kepentingan promosi maupun inklusivitas dalam sepakbola," sambungnya.

Sementara itu, CEO Mansfield Town, Carolyn Radford, ikut mengungkapkan pandangannya kepada BBC. Dia menilai bahwa pekerja wanita selama ini tidak bisa berbuat banyak terhadap penghinaan gender yang menimpa mereka saat menjalankan tugasnya.

"Jika pelecehan rasial menimpa saya, mungkin orang-orang akan berkata sesuatu tentang hal itu. Namun, karena itu hanya sebatas olok-olok, jadi untuk berbicara, saya harus menyibakkan rambut dan berusaha untuk menerimanya," beber Radford.

VIVA

Komentar

Loading...