Unduh Aplikasi

DKPP Berhentikan Ketua Panwaslih Kota Subulussalam

DKPP Berhentikan Ketua Panwaslih Kota Subulussalam
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan tetap Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Subulussalam, Edi Suhendri.

Keputusan tersebut dibacakan Ketua Majelis sekaligus Plt ketua DKPP, Prof Muhammad dalam sidang putusan yang digelar di kantor DKPP RI Jakarta, Rabu (22/1).

Keputusan pemberhentian tetap terhadap Edi Suhendri sebagai Ketua Panwaslih Kota Subulussalam karena telah terbukti melanggar kode etik penyelenggara pemilu untuk perkara nomor 230-PKE-DKPP/VIII/2019.

“Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Edi Suhendri selaku ketua merangkap anggota Panwaslih Kota Subulussalam, terhitung sejak dibacakan putusan ini,” kata Prof Muhammad dalam putusannya yang dikutip AJNN dari laman resmi website DKPP RI.

Majelis DKPP menilai Edi telah terbukti melanggar pasal 2, 3 dan 7 ayat (3), kemudian pasal 12 huruf b dan c, serta pasal 15 huruf a peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 tentang kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilihan umum.

Dalam pertimbangan putusannya, teradu dinilai sengaja memanfaatkan jabatan untuk berselingkuh dengan AP yakni istri dari pengadu (AI) yang merupakan caleg DPRD Kota Subulussalam pada tahun 2019.

“Memerintahkan Panwaslih Provinsi Aceh untuk melaksanakan putusan ini paling lama tujuh hari sejak dibacakan, dan memerintahkan Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan putusan ini,” tegas Prof Muhammad.

Dalam perkara ini, AI bertindak sebagai pengadu dengan nomor pengaduan di DKPP: 262-P/L-DKPP/VII/2019. Kemudian diregistrasi dengan nomor perkara 230-PKE-DKPP/VIII/2019.

Sidang putusan untuk Edi Suhendri ini dipimpin oleh Prof Muhammad selaku Ketua Majelis dengan anggota majelis Ida Budhiati, Prof. Teguh Prasetyo, dan Alfitra.

Komentar

Loading...