Unduh Aplikasi

DKP Tindak Penyetrum Ikan di Aceh Singkil

DKP Tindak Penyetrum Ikan di Aceh Singkil
Warga sedang menyetrum ikan di Singkil. Foto: Edi
ACEH SINGKIL - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Singkil janji segera mengambil tindakan terkait maraknya penyetruman ikan di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Padahal, sebelumnya masyarakat sudah pernah melaporkan maraknya setrum ikan tersebut ke DKP, namun tak ada tindaklanjut apapun. Tapi setelah masyarakat mengkritik terkait laporan yang sudah pernah disampaikan, DKP baru mengambil tindakan.

Baca: Penyetruman Ikan Sungai Marak, Nelayan Singkil Resah

Kepala DKP, Taufik berjanji akan segera turun dan memanggil masyarakat yang berada dikawasan DAS Singkil untuk diberikan pemahaman terkait larangan penggunaan setrum ikan.

"Kami akan panggil semua masyarakat yang berada di DAS termasuk mukim dan kepala desa," kata Taufik, Senin (21/3) yang saat ini sedang berada di Banda Aceh.

Langkah itu dilakukan agar masyarakat memahami bahaya penggunaan setrum ikan dan sanksi bagi penggunanya. Setelah sosialisasi itu dilakukan, pihaknya berjanji akan memberikan sanksi tegas dan menindak setiap pelaku yang masih juga membandel.

"Minggu depan tim akan langsung turun, kami sosialisasikan larangan penggunaan setrum dulu baru setelah itu kami terapkan sanksi bagi yang kedapatan menggunakanya," jelas Taufik

Taufik mengingatkan penangkapan ikan dengan menggunakan alat setrum sama bahayanya dengan penggunaan alat tangkap lain yang dilarang . Sanksinya sesuai aturan yang berlaku bagi pelaku illegal fishing di laut yakni sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang nomor 45 tahun 2009 perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan.

Alat setrum ikan selain berbahaya untuk lingkungan juga berbahaya terhadap diri sendiri. Salah menggunakan dapat menyebabkan kematian bagi penggunanya. Misalnya saja yang dialami oleh salah seorang penyetrum di wilayah Tanah Merah yang meninggal tersengat setrumnya sendiri.

"Warga Tanah Merah sudah ada meninggal dunia akibat kena setrum," ujar Asmudin Imum Mukim Punaga.

Komentar

Loading...