Unduh Aplikasi

KASUS PENIPUAN CALO PNS

Divonis Dua Tahun, Maimun Masih Bebas di Luar Penjara

Divonis Dua Tahun, Maimun Masih Bebas di Luar Penjara
Kejari Pidie Jaya saat mengiring Maimun Rajapante ke Rutan Sigli beberapa waktu lalu. Foto: AJNN/Muksalmina

PIDIE JAYA - Maimun Musa, tervonis kasus penipuan calo Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Aceh hingga saat ini masih berada di luar penjara. Padahal, Pengadilan Negeri (PN) Pidie Jaya telah menvonis Maimun bersalah dan dipenjara selama dua tahun.

Namun, atas vonis PN Pidie Jaya tersebut, mantan dosen Unigha Pidie itu melakukan upaya hukum dengan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya, Mukhzan melalui Kasi Pidum, Aulia kepada AJNN, Kamis (3/10) mengatakan, meski sudah divonis oleh PN Pidie Jaya, tetapi pihaknya belum dapat mengeksekusi Maimun ke rutan. Sebab kata Aulia, pria yang akrab disapa Maimun Rajapante itu masih berstatus tahanan kota.

"Meski sudah ada putusan PN, tapi dia (Maimun) melakukan banding ke PT, dan PT Banda Aceh memberi status tahanan kota kepada Maimun, sehingga kita belum dapat memgeksekusi Maimun ke rutan," katanya.

Aulia menjelaskan, sejak 23 Mei 2019 Maimun mendapat status tahanan kota dari PN Pidie Jaya, setelah vonis dan mengajukan banding, Maimun kembali mendapat status tahanan kota dari PT Banda Aceh.

Baca: Divonis Dua Tahun, Maimun Ajukan Banding

Seperti diketahui, pada 19 Februari 2019 Kepolisian Daerah Aceh menahan Maimun Musa atas kasus penipuan calo PNS. Selanjutnya pada 10 April 2019, Polda Aceh melimpahkan berkas dan tersangka kepada Kejari Pidie Jaya untuk diadili di PN Pidie Jaya.

Namun pada tanggal 23 Mei 2019, Maimun mendapat status tahanan kota dari PN Pidie Jaya, pemberian status tahanan kota itu karena alasan pertimbangan kemanusiaan.

"Status tahanan kota itu 1:5. Artinya, lima hari di luar, sama dengan satu hari di rutan. Nanti jika sudah inkrah, tinggal potong masa tahanannya mulai dari tahanan polda hingga inkrah," jelas Aulia.

Terpisah, Panitera PN Pidie Jaya, Rajuddin kepada wartawan mengatakan, memori banding terdakwa dan JPU Kejari Pidie Jaya telah dilimpahkan ke Pengadilan Tinggi (PT) Banda Aceh, pada 17 September 2019.

"Iya, sudah dikirim kemarin tanggal 17 September 2019. Memori banding yang dikirim ke PT Banda Aceh itu meliputi memori banding JPU Kejari Pidie Jaya, dan kontra memori terdakwa," katanya.

Rajuddin memperkirakan putusan banding tersebut akan keluar pada bulan November 2019.

Komentar

Loading...