Unduh Aplikasi

Divonis Bersalah, Ketua DPRK Minta Bupati Copot Direktur RSUDCND Meulaboh

Divonis Bersalah, Ketua DPRK Minta Bupati Copot Direktur RSUDCND Meulaboh
Ketua DPRK Aceh Barat, Syamsi Barmi. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Samsi Barmi, mendesak bupati setempat, Ramli MS untuk segera mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUDCND) Meulaboh, Furqansyah.

Pasalnya orang nomor satu di rumah sakit itu divonis oleh Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh, karena terbukti bersalah dan melanggar pasal 102 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan dihukum pidana tiga bulan penjara dengan percobaan enam bulan penjara serta denda Rp 1 miliar.

Dengan adanya putusan itu, kata Samsi Barmi, Direktur RSUDCND Meulaboh sudah jelas melakukan pelanggaran hukum dan tidak pantas lagi dipertahankan.

"Sebenarnya sudah dari dulu kamo meminta bupati untuk mencopot beliau (Furqansyah), bahkan diparipurna pertanggung jawaban anggaran kami uga sudah sampaikan pandangan itu namun tidak didengar. Sekarang sudah ada putusan hukum jadi tinggal apalagi," kata Pang Romi--sapaan akrab Samsi Barmi--kepada wartawan, Jumat (13/3).

Baca: Direktur RSUDCND Meulaboh Dihukum Percobaan

Apabila bupati masih ngotot mempertahankan Furqansyah, ia menilai kalau bupati tidak taat aturan karena mempertahankan jabatan dari Furqansyah selaku terpidana.

"Kalau masih dipertahankan, kami akan menyurati Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, terkait pelanggaran hukum yang dilakukan bupati karena mempertahankan orang yang telah terbukti dinyatakan bersalah secara hukum pidana," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan Furqansyah untuk tidak menggunakan uang negara atau operasional rumah sakit guna membayar denda atas kesalahan yang dilakukannya.

"Hukuman denda Rp 1 miliar merupakan kesalahan atas pribadi dalam mengelola manajemen rumah sakit yang berkaitan dengan pengeolaan limbah medis," tegasnya.

Komentar

Loading...