Unduh Aplikasi

Divonis Bebas, Direktur CV NSP Goup Singkil akan Laporkan JPU ke Jamwas

Divonis Bebas, Direktur CV NSP Goup Singkil akan Laporkan JPU ke Jamwas
ACEH SINGKIL - Nasran AB direktur CV. NSP Group Singkil, terdakwa kasus pemalsuan dokumen dalam penyeludupan kayu olahan asal Kota Subulussalam yang divonis bebas oleh Pengadilan Negri(PN) Singkil akan mengadukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri setempat ke Jaksa Muda Pengawas Kejaksaan Agung (Jamwas Kejagung).

Baca: Polres Aceh Singkil Tangkap Truck Pembawa Kayu Ilegal

Nasran AB kepada wartawan, Jum'at (19/8) mengatakan langkah itu dilakukanya lantaran ia merasa dakwaan jaksa telah merugikan dirinya, sebab ia tidak melakukan perbuatan tindak pidana koorporasi memalsukan surat keterangan sahnya hasil hutan kayu atau menggunakan surat keterangan sahnya hasil hutan yang palsu sebagaimana dakwaan jaksa yang menuntutnya enam tahun penjara dan denda dua miliar rupiah subsider dua bulan kurungan.

Dakwaan itu sebagaimana diatur dalam Undang-undang No. 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, pasal 88 ayat 2 huruf b.

"Saya merasa tidak bersalah, itu dibuktikan dengan vonis hakim, saya divonis bebas berdasarkan fakta-fakta persidangan, saya akan mengadu ke Jamwas, soal jaksa melakukan kasasi atas vonis diri saya itu soal lain, bukan berarti saya tidak menghormati proses itu," kata Nasran.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negri Singkil Irwansyah yang dikonfirmasi wartawan melalui Kasi Pidana Umum (Kasi Pidum) PM Meliala.SH terkait langkah Nasran AB yang ingin mengadukan Jaksa ke Jamwas mengatakan hal itu merupakan hak yang bersangkutan, Jaksa bekerja sesuai prosedur yang ada.

"Silahkan saja, kita bekerja sesuai prosedur kejaksaan" Kata Meliala.

Jaksa, kata Meliala telah menyatakan Kasasi atas vonis bebas Hakim pada Nasran AB, dan upaya kasasi yang ditempuh itu telah didaftarkan selasa (16/8) di Mahkamah Agung melalui PN Singkil.

Namun, sambung Meliala memori kasasinya belum lantaran sampai tanggal (18/8) pihaknya belum menerima salinan putusan dari PN Singkil.

"Menurut kami perbuatanya terbukti secara koorporasi berdasarkan nota pengangkutan kayu yang dalam perkara ini nota nomor 14 dan 15, serta petunjuk-petunjuk lainya," terang Meliala.

Sebelumnya dalam persidangan , Rabu (10/8) majelis hakim Pengadilan Singkil yang diketuai As'ad Rahim Lubis memvonis bebas Nasran AB dari segala dakwaan jaksa lantaran menurut majelis hakim tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan penuntut umum.

Sebagai catatan, dua diatara empat orang tersangka dalam Kasus penyeludupan kayu asal Subulussalam dengan tujuan Medan Sumatra Utara tersebut telah divonis kurungan, yakni Suzlijar pegawai Dinas Kehutanan dan Perkebunan dengan hukuman satu tahun dan 10 bulan kurungan, Kemudian Ketek Sakmar (Pemilik Kayu) divonis satu tahun dan enam bulan penjara, masing masing denda satu miliar rupiah subsider kurungan.

Sedangkan dua tersangka lainya yakni Suhendrik (supir truck) dan Nasran AB direktur CV.NSP Group yang dokumen perusahaanya digunakan dalam upaya penyeludupan kayu olahan sebanyak 15 ton lebih itu divonis bebas.

Komentar

Loading...