Unduh Aplikasi

Dituduh perusak rumah tangga sekretaris Dinas PK seorang guru tiga kali dimutasi

Dituduh perusak rumah tangga sekretaris Dinas PK seorang guru tiga kali dimutasi
Srt
SIMEULUE-Akibat beredarnya berita di media massa yang menyimpulkan dirinya memiliki hubungan gelap dengan Sekretaris Dinas Pendidikan Simeulue, seorang guru sekolah MAM Sinabang, tiga kali dimutasi dan tiga kali ditolak mengajar dengan dalih telah berbuat amoral.

Berita yang sengaja difotocopy dan diedarkan di Simeulue yang dimuat sebuah majalah, ternyata berdampak buruk kepada Sri Utami. Guru yang semula mengajar di SMA 1 Sinabang ini sejak 2010 lalu, mengalami pemutasian sebanyak tiga kali ke tiga sekolah. Hanya hitungan hari dan miggu, janda ini ditolak dari masing-masing sekolah tersebut.

Dalam berita tadi nama Sri Utami yang diberi inisial SU dituduh sebagai Wanita Idaman Lain (WIL) dari Samsudin. Berita itu dianggapnya tidak berimbang karena Sri tidak dikonfirmasi terkait kebenaran dirinya memiliki hubugan dengan Samsudin yang saat itu menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan Simeulue.

Sri Utami tidak terima dituduh tanpa bukti sebagai wanita idaman lain dari Samsudin. Dia membantah memiliki hubungan gelap dengan orang nomor dua di Dinas PK setempat. Janda ini mengaku kenal dan memiliki hubungan dengan Samsudin sebatas hubungan antara atasan dengan bawahan.

“Saya telah menyurati surat kabar yang memuat berita itu, agar dapat segera mengklarifikasi dan memulihkan nama baik saya. Begitu juga dengan Weldany istri Samsudin akan saya lapor ke polisi karena menuduh saya sebagai perusak rumah tangga mereka tanpa bukti,” ungkap Sri Utami kepada AJNN, Rabu(11/3).

Janda dua anak ini menuturkan dampak dari pemberitaan itu, membuat dirinya dicap telah berbuat amoral dari sekolah tempatnya mengajar. Predikat amoral itu berdasarkan berita media massa yang beredar.

“Dalam berita itu Weldany mengaku menerima SMS gelap yang menyebutkan Samsudin sedang memiliki hubungan dengan seorang guru. Hal itu wajar dan perlu diwaspadai serta dicek kebenarannya oleh Weldany selaku istri. Bukan berarti ditelan mentah-mentah sehingga memvonis saya punya hubungan dengan suaminya Samsudin,” tuturnya.

Sri menyayangkan Weldany menuduh dirinya memiliki hubungan dengan Sekdis PK dengan referensi daftar manifes penumpang kapal feri.

Katanya, “Nama saya bersama Samsudin dalam daftar manifes penumpang kapal feri tanggal 23 Desember 2014 tidak bisa disimpulkan saya bersama Samsudin berangkat sama dan memiliki tujuan yang sama. Saya pun tidak tahu pada hari saya berangkat, Pak Samsudin juga berada dalam kapal dan saya tidak tahu tujuannya kemana. Yang jelas bisa tanyakan langsung kepada teman saya guru (Tasudin) yang saat itu berangkat dan bersamaan di ruang VIP kapal bersama saya. Dan saya tidak pernah ketemu dengan Samsudin dalam kapal itu. Apalagi berduaan.”

Sri merasa pemberitaan itu sangat merugikannya. Paska beredarnya informasi yang menuduh dirinya biang dari perusak rumah tangga Samsudin dan Weldany, janda ini tiga kali dimutasi dan ditolak mengajar. Alasan penolakan tak lain dan tak bukan berdalihkan para guru masing-masing sekolah tidak menerima dirinya yang telah berbuat amoral.

“Bahkan, di SMA Alus-Alus, Kecamatan Teupah Selatan belum mengajar sudah dipindahkan ke sekolah SMA 1 Sua-Sua Kecamatan Teupah Tengah. Tidak lama mengajar di sekolah SMA Sua-sua, saya kembali dipindahkan ke Madrasah Aliyah Muhammadyah (MAM) Sinabang di Kecamatan Simeulue Timur. Tidak sampai seminggu mengajar di MAM, saya menerima surat 26 Februari 2015 dengan prihal ditolak mengajar dengan alasan telah berbuat amoral. Surat itu sengaja dilampirkan dengan foto copy berita yang telah terbit,” jelas Sri sembari mengusap air mata.

Sri menduga persoalan ini mencuat akibat dirinya pernah menolak lamaran seorang atasannya di daerah itu (identitasnya dirahasiakan). Perilaku sang atasan semakin menjadi-jadi dan mengusik kehidupan Sri dengan kedua anaknya. Hal itu disampaikan Sri dengan menunjukkan bukti SMS yang dilayangkan sang atasan dengan bahasa yang tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat.

“Dia pejabat, makanya dengan mudah memindahkan dan mengusir saya kemana dia mau. Foto copy berita itu yang menjadi senjatanya ke setiap orang bahwa saya perusak rumah tangga orang,” ucap Sri yang merahasiakan nama pejabat tersebut.

Sementara dr Weldany yang dihubungi media ini tetap ngotot menduga suaminya Samsudin dengan Sri Utami memiliki hubungan gelap. Dirinya mengaku telah mengantongi beberapa bukti terkait sepak terjang laki-laki yang pernah menjadi idamannya itu.

“Samsudin itu sudah pernah bersama dengan Tami (Sri Utami) di Medan. Mereka bertemu di rumah saudara angkatnya Tami. Bahkan, informasinya keduanya berencana mau menikah kalau sudah cerai dari saya,” ucap Weldany via telepon yang berada di Banda Aceh.

Tak hanya, Sri Utami. Samsudin pun terkena imbas dari isu hubungan yang beredar tersebut. Tak tanggung-tanggung Samsudin terpaksa kehilangan jabatannya sebagai sekretaris Dinas Pendidikan Simeulue. Kursi basah tadi telah ditempati mantan Kepala Sekolah SMA Negeri Sinabang Idris, sedangkan Samsudin dimutasi ke Dinas Baitul Mal dengan jabatan staf biasa.

Kepada AJNN, Samsudin mengaku tidak pernah memiliki hubungan
istimewa dengan Sri Utami seperti berita yang beredar. Pilihannya menceraikan Weldany dengan alasan tidak memiliki kecocokan lagi terutama sering terjadinya percekcokan keluarga.

“Percekcokan itu telah terjadi sejak awal perkawinan. Setiap bertengkar, Weldany selalu meminta diceraikan dan itu dapat dibuktikan dengan SMS permintaan cerai dari Weldany. Bahkan setahun perkawinan, Weldany telah merobek buku pernikahan saat terjadinya pertengkaran,” ungkap Samsudin sembari menunjukkan SMS yang dimaksud.

Selaku kepala rumah tangga, Samsudin sudah kehilangan akal mempertahankan rumah tangganya. Istri yang seharusnya bisa diarahkan ketika salah, sebaliknya kerap melakukan perlawanan dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada sang suami.

“Saya sudah cerai dengan Weldany berdasarkan persidangan Mahkamah Syariah. Kalau pun dia (Weldany) banding, saya tetap tidak mau rujuk lagi dengannya. Saya mengakui selama ini saya lemah hanya untuk menyelamatkan keluargan. Bisa dibilang DKI (dibawah ketiak istri) begitu selama ini,”jelasnya.

SEPTIAN

Komentar

Loading...