Unduh Aplikasi

Dituduh Jadi Provokator dan Hitam, Sofyan Bakal Laporkan Suaidi Yahya ke Polisi

Dituduh Jadi Provokator dan Hitam, Sofyan Bakal Laporkan Suaidi Yahya ke Polisi
Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE - Sofyan mengaku akan melaporkan Suaidi Yahya ke polisi atas ucapan yang menyebutkan kalau dirinya sebagai provokator terhadap aksi yang dilakukan oleh mahasiswa di Kantor Pemerintah Kota Lhokseumawe.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Wali Kota Lhokseumawe yang sudah membesarkan nama saya, di depan forum resmi, dan saya pribadi menghargai itu, karena saya tahu latar belakang pendidikan dia (Suadi Yahya) sehingga keluar kata-kata seperti itu, saya maklumi,” kata Sofyan kepada AJNN, Kamis (9/7).

Namun disisi lain, dirinya sangat menyesalkan karena pernyataan Suaidi Yahya tersebut mengandung unsur SARA, dirinya tidak bisa menerima hal tersebut. Yakni pernyataan yang menyebutkan nama “Sofyan Hitam”.

“Logikanya, jika saya bisa menciptakan diri sendiri, maka saya akan memilih menjadi putih tidak seperti sekarang. Saya tidak terima itu. Selain itu, soal tuduhan bahwa saya provokator, karena yang bisa menyebutkan saya seperti itu putusan pengadilan, ini belum ada keputusan apapun, atas dasar apa saya menjadi provokator, ini tuduhan dan mencemarkan nama baik,” tegasnya.

Untuk itu, ia akan melaporkan Suaidi Yahya ke polisi, karena mengandung SARA dan pencemaran nama baik.

"Saya tidak merasa nyaman lagi," ujarnya.

Baca: Mahasiswa Gelar Demo, Suadi Yahya Sebut Calon Wali Kota Gagal Provokatornya

Sebelumnya, Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya menyebutkan Sofyan merupakan provokator yang mempengaruhi mahasiswa untuk melakukan demo terhadap pemerintah.

Ucapan yang dianggap candaan dan disambut tawa oleh peserta itu disampaikan saat Rapat Koordinasi Forkompinda Kota Lhokseumawe, Rabu, sekira pukul 15.00 WIB, lantai III Kantor Wali Kota Lhokseumawe.

“Sofyan hitam provokatornya, calon wali kota gagal dan mempengaruhi mahasiswa serta warga untuk melakukan demo pemerintah,” kata Suaidi, sambil menyindir aksi demo yang dilakukan mahasiswa kala itu.

Menurut Suaidi, demo itu dilakukan mahasiswa karena dipengaruhi oleh Sofyan, sehingga mereka membela pedagang yang membangun lapak liar, dan itu jelas salah. Selain itu, mereka juga melaporkan masalah penertiban pasar itu sampai ke Ombudsman RI dan Komnas HAM.

“Kami akan bertindak tegas melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi untuk menertibkan seluruh pasar. untuk memperlancar tugas itu berjalan dan tanpa hambatan, pihaknya dibantu petugas Satpol-PP bekerjasama dengan Polres Lhokseumawe dan Kodim 0103 Aceh Utara,” ungkapnya.

Komentar

Loading...