Unduh Aplikasi

Dituduh Diskriminatif, KIP Banda Aceh Melawan

Dituduh Diskriminatif, KIP Banda Aceh Melawan
Ketua KIP Banda Aceh Munawar Syah. Foto: Acehimage
BANDA ACEH - Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Banda Aceh Munawar Syah membantah telah melakukan diskriminatif terhadap bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota dari jalur perseorang (independen) Zulfikar-Isramudi.

"Tidak benar kami berlaku arogan dan diskriminatif, kami sudah maksimal memfasilitasi secara adil, sama dan setara setiap bakal pasangan calon perseorangan yang datang menyerahkan dokumen dukungan calon perseorangan kepada kami," kata Munawar Syah kepada AJNN, Minggu (14/8).

Dirinya mengungkapkan pasangan Zulfikar dan Isramudi datang ke KIP Kota Banda Aceh menyerahkan dokumen dukungan dihari terakhir masa penyerahan, yakni Rabu 10 Agustus 2016,s ekitar pukul 15.40 WIB, dengan konsekwensi yuridis bilamana ada berkas dokumen persyaratan yang kurang dan/atau jumlah minimal dukungan dan sebaran kurang dari yang dipersyaratkan, maka tidak lagi memiliki waktu untuk perbaikan.

"Mereka menyerahkan dokumen dukungan kepada kami tidak sebagaimana yang disyaratkan dalam PKPU Nomor 5 Tahun 2015 Pasal 13, 14 dan 15, yaitu: selain softcopy form B1 KWK perseorangan, bakal paslon perseorangan juga harus membawa dua rangkap hardcopy form B1 KWK perseorangan, dua rangkap lampiran form B1 KWK perseorangan, dan form B2 KWK perseorangan rekapitulasi jumlah dukungan setiap gampong, serta mandat petugas operatornya," ungkapnya

Sementara, kata Munawar Syah, pasnagan Zulfikar-Isramudi bahkan saat itu belum mempersiapkan operator dan petugasnya yang akan turut bersama-sama KIP melakukan proses entry data soft copy B1 KWK perseorangan ke aplikasi SILON serta melakukan penelitian syarat minimal dukungan dan sebarannya.

"Tapi kami tetap kooperatif menunggu kehadiran operator dan petugas dari paslon ini, bahkan karena belum dimandatkan, kami fasilitasi pasangan ini dengan menyediakan format surat mandat kosong yang tinggal diisi dan ditandatangani. Jadi sangat tidak berdasar bilamana kami dinilai arogan dan diskriminatif," tegasnya.

Munawar Syah menambahkan untuk memverifikasi jumlah minimal dukungan dan sebarannya harus dilakukan oleh staf KIP Kota Banda Aceh bersama satu orang petugas dari pasangan tersebut, serta staf panwaslih.

"Hasil verifikasi terhadap syarat minimal dukungan dan sebarannya ini lalu dituangkan dalam Berita Acara dan diterbitkan Keputusan KIP Kota Banda Aceh yang menyatakan bahwa Bakal Paslon Perseorangan Zulfikar dan Isramudi tidak memenuhi syarat, disebabkan dokumen hardcopy formulir B1 KWK perseorangan yang diserahkan sebanyak 4.781 sehingga masih kurang dari jumlah minimal dukungan 7.086," ungkapnya.

Komentar

Loading...