Unduh Aplikasi

Dituding plagiat, Rektor UIN dilaporkan ke Presiden

MALANG - Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) UIN Malang melaporkan dugaan plagiat oleh Rektor UIN Malang, Mudjia Raharjo dengan mengirim surat ke Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, Jumat (31/10/2014).

Surat nomor 77/B/Sek/01/1436 itu juga ditujukan ke Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek PT), Menteri Agama (Menag), dan ketua Senat UIN Malang. Surat itu juga dilampiri buku berjudul "Sosiolinguistik Qurani", dan 12 makalah karya mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa Arab.

Ketua HMI Komisariat Saintek UIN Malang, Alfian Hadi Maarif mengungkapkan, kasus ini sudah dilaporkan ke Kemendikbud, Kemenag, dan Polda Jatim. Sampai sekarang laporan tersebut tidak ada perkembangan.

"Kami berharap presiden baru mendorong instansi terkait menyelesaikan masalah ini," kata Alfian, Jumat (31/10/2014).

Menurut dia, HMI sempat berinisiatif menggelar forum terbuka dengan mengundang Mudjia Raharjo sebagai terlapor, dengan Subaryo dan Abdul Aziz sebagai pelapor. Tapi Mudjia Raharjo tidak bersedia memenuhi undangan HMI.

Penolakan tersebut tidak langsung disampaikan kepada HMI, melainkan melalui staf rektor yang bernama Ulum.

Alfian mengusulkan agar presiden membentuk tim khusus untuk menelusuri dugaan plagiarisme tersebut. Aktivis HMI sudah mengantongi beberapa nama yang dianggap memiliki kompetensi duduk di tim khusus, di antaranya Azyumardi Azra (guru besar UIN Jakarta), Mahfud MD (mantan ketua Mahkamah Konstitusi), Komarudin Hidayat (mantan rektor UIN Jakarta), dan sebagainya.

"Mereka memiliki integritas dan kompetensi menjadi anggota tim khusus," tambahnya.

Mudjia Raharjo belum bisa dikonfirmasi soal dugaan plagiasi ini. Mantan Pembantu Rektor I UIN Malang ini sedang dinas ke luar negeri.

KOMPAS

Komentar

Loading...