Unduh Aplikasi

Distan Putuskan Kontrak Proyek Pembangunan Kandang Ternak di Aceh Jaya

Distan Putuskan Kontrak Proyek Pembangunan Kandang Ternak di Aceh Jaya
Nasri, Sekretaris Partai PDA bersama Keuchik Buket Keumuneng, Kecamatan Pasie berada di lokasi pembangunan kawasan peternakan yang tidak selesai, Sabtu (4/1/). Foto: Antara

ACEH JAYA - Proyek pembangunan Kandang Ternak di Desa Buket Keumuneng, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, yang bersumber dana Otsus 2019 senilai Rp 464 juta sekian berakhir tragis. 

Pasalnya, pihak Dinas Pertanian Aceh Jaya telah memutuskan kontrak pengerjaan akibat pihak rekanan tidak dapat menyelesaikan pengerjaan sesuai dengan kontrak perjanjian.

"Benar kontraknya sudah kami putuskan pada tanggal 27 Desember 2019 lalu," kata Kepala Distan Aceh Jaya, T.Mufizal kepada AJNN yang dijumpai di ruang kerjanya, Senin (6/1) sore.

Namun sebelumnya, pihak Distan Aceh Jaya sudah beberapa kali memanggil pihak rekanan untuk serius dan kebut pengerjaan agar siap tepat waktu. 

Bahkan sesuai kontrak kerjanya, proyek itu dikerjakan selama 90 hari yang berakhir pada tanggal 17 Desember 2019, namun atas segala pertimbangan pihak Distan masih memberikan kesempatan pengerjaanya hingga 25 Desember 2019.

"Sudah kami beri kesempatan hingga 25 Desember 2019, tapi pihak rekanan juga tidak mampu, ya terpaksa kami putuskan kontrak," ungkap Mufizal.

Pihaknya juga mengaku kecewa atas kelalaian pihak rekanan yang berujung diputuskan kontrak, karena yang semestinya masyarakat bisa menerima manfaat pada tahun ini jadi tertunda lagi. 

"Kami selaku pemilik program rugi, karena tidak siap tahun ini, otomatis harus dilanjutkan pada tahun berikutnya, dan masyarakat sebagai penerima manfaat pun ikut rugi," jelasnya.

Dijelakan, proyek itu dikerjakan oleh CV. Rahmat Duta Buana dan pengawas oleh PT. Global Indokreasi Konsultan, dan baru siap dikerjakan oleh pihak rekanan sekitar 35 persen. 

Sementara realiasi keuangan untuk proyek pembangunan kandang ternak tersebut hanya berapa uang muka sebesar 30 persen.

"Untuk penarikan baru uang muka, selebihnya masuk ke silpa kas daerah lagi, dan akan kami usulkan kembali lanjutan pembuatan kandang ternak pada tahun 2020," pungkas Mufizal.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...