Unduh Aplikasi

Disnakermobduk Aceh Larang TKA Asal Cina Masuk ke Wilayah Kerja PLTU Nagan Raya

Disnakermobduk Aceh Larang TKA Asal Cina Masuk ke Wilayah Kerja PLTU Nagan Raya
Para pekerja asal China tiba di Nagan Raya melalui Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Iskandar Syukri mengatakan bahwa 38 Tenaga Kerja Asing (TKA) di Nagan Raya yang diusir masyarakat setempat tidak memiliki kartu izin tinggal sementara (KITAS), melainkan Visa kunjungan wisata.

"Dari 38 orang yang masuk ke Nagan hanya mengantongi visa kunjungan wisata. Bukan Kartu Kitas (Kartu izin tinggal sementara) yang wajib untuk setiap TKA yang memiliki izin kerja dari Kementerian Tenaga Kerja," kata Iskandar Syukri saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (29/8).

Kata Iskandar, dari 38 TKA tersebut, hanya dua orang yang dapat menunjukkan notifikasi izin kerja. Karena itu, ini dinilai pelanggaran kedua yang dilakukan perusahaan pengelola PLTU 3-4 Nagan Raya tersebut (PT Meulaboh Power Generstion).

Iskandar menyampaikan, pihaknya meminta kerjasama dari Kemenkumham untuk melakukan pemeriksaan terhadap WNA yang akan bekerja sebagai TKA di Aceh. Semuanya harus memiliki kartu ITAS sesuai peraturan Pemerintah RI.

Baca: Kronologi Kedatangan 38 TKA Asal China di Nagan Raya

"Jangan menggunakan visa kunjungan wisata, namun disalahgunakan sebagai TKA. Mereka belum mengantongi izin kerja, baik itu dari Kemenaker maupun dari Pemerintah Aceh," ucapnya.

Iskandar menuturkan, pihaknya hanya bisa bertindak dengan melarang mereka masuk ke wilayah kerja PLT 3 dan 4. Maka sesuai permintaan Forkopimda Nagan Raya, mereka hanya boleh menetap di mess kerja saja, dan tidak bisa bekerja tanpa notifikasi izin kerja serta ITAS.

"Kami kembali akan turunkan tim untuk memasang Inspektor line di Mess kerja tersebut agar mereka tidak bisa keluar dari mess sebelum menunjukkan segala persyaratan perizinan kerja," tegas Iskandar.

Komentar

Loading...