Unduh Aplikasi

Disnak Aceh Akui Harga Pengadaan Diatas Standar

Disnak Aceh Akui Harga Pengadaan Diatas Standar
Kepala UPTD BTNR, drh. T. Munazar. Foto: AJNN/Fakhrul Razi Anwir

BANDA ACEH - Kepala UPTD Balai Ternak Non Ruminansia (BTNR) Dinas Peternakan Aceh, Teuku Munazar tak menampik harga satuan pengadaan pullet, pakan layer dan pakan grower di peternakan ayam ras petelur yang Ia pimpin diatas standar pemerintah.

Menurutnya, hal itu terjadi karena mekanisme penganggaran melalui e-budgeting, angka satuannya sudah terformat secara otomatis. Meskipun diubah menjadi angka yang lebih riil, maka beberapa komponen harga yang terdapat di e-component mesti diubah.

"Angkanya (satuan) sudah terformat, butuh waktu lebih lama jika e-component diubah agar mendapatkan angka riil," ungkap Munazar kepada AJNN, Sabtu (20/6).

"Namun, dalam penentuan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) tidak sebesar itu. Dibawah harga itu kami buat, sesuai harga pasar. Baik itu pakan maupun pullet," tambahnya.

Baca: Pengadaan Pullet dan Pakan UPTD BTNR Juga Diduga Digelembungkan

Dijelaskan Munazar, anggaran yang dialokasikan di UPTD BTNR awalnya sebesar Rp 34 miliar. Namun, setelah dikeluarkannya kebijakan realokasi dan refokusing oleh pemerintah dalam menangani Covid-19, anggaran yang tersisa hanya Rp 2,77 miliar saja.

Dengan demikian, rencana pengadaan bibit ayam ras petelur (pullet) tahun 2020, sebanyak 120.000 ekor dengan pagu Rp 11 miliar ditiadakan. Hal yang sama juga terjadi pada pengadaan pakan layer Rp 14 miliar, pengadaan pakan grower senilai Rp 8,8 miliar.

Sementara, kata Munazar, ayam ras petelur pengadaan 2018 silam, saat ini kondisinya sudah memasuki usia tidak produktif lagi. Ayam-ayam tersebut sedang melalui proses culling (pemisahan ayam tak produktif dari kawanan).

Total ayam ras petelur melalui pengadaan 2018 sebanyak 60.000 ekor. Ayam-ayam tersebut terbagi di dua peternakan UPTD BTNR. Sebanyak 35.000 ekor ditempatkan di peternakan Blang Bintang, dan 25.000 ekor lainnya berada di Saree, Aceh Besar.

Tambahnya, saat ini jumlah ayam di peternakan Blang Bintang hanya tersisa ratusan ekor saja. Kemudian, jumlah ayam di peternakan ayam Saree, tersisa 10.000 ekor. Selama periode dua tahun, ayam itu juga ada yang mati.

"Yang sudah tak produktif, kami afkir secara bertahap. Ayam (afkir) tersebut kami jual kepada pedagang. Penjualannya juga tercatat dengan baik dan masuk ke rekening BLUD," sebutnya.

Baca: Anggaran UPTD Ayam Petelur Rp 26,8 Miliar, Konstribusi PAA Hanya Rp 3,7 Miliar

Kendati jumlah ayam jauh berkurang, dan pengadaan pullet dan pakan tidak ditiadakan. Melalui laman LPSE, ditemui dua paket pengadaan di UPTD BTNR yang sudah diumumkan pemenang tendernya.

Paket itu, yaitu paket pengadaan Egg Tray/Papa Telur pada UPTD BTNR dengan nilai kontrak 1,1 miliar yang dimenangkan CV Balqis. Lalu, pengadaan vaksin ternak ayam petelur pada UPTD BTNR, dimenangkan CV Adhighana dengan nilai kontrak Rp 313 juta.

Berdasarkan penjelasan Munazar di awal, bahwa ayam-ayam petelur sudah tak lagi produktif. Lalu AJNN mempertanyakan untuk apa pengadaan Egg Tray sebanyak itu, akan dibawa kemana. Sementara, pengadaan pullet juga telah ditiadakan.

"Ada program ketahanan pangan. Rencana (pullet) yang akan dimasukkan 50.000 ekor. Tapi hingga sore ini, saya belum melihat DPA-nya (revisi). Makanya tadi tidak saya ungkapkan dulu. Ada penambahan sekitar Rp 10 miliar lagi untuk pengadaan pullet dan pakan," pungkasnya.

Komentar

Loading...