Unduh Aplikasi

Disdik Abdya belum tarik buku materi ‘Pacaran Sehat’

ACEH BARAT DAYA –  Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Aceh Barat Daya belum melakukan penarikan buku mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Olahraga yang memuat materi cara berpacaran yang sehat untuk siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sedang menunggu perintah selanjutnya dari provinsi.  

Kepala Dinas Pendidikan Abdya, Drs Yusnaidi kepada AJNN, Senin (27/10) menyebutkan, Dinas Pendidikan pada prinsipnya telah melarang Kepala Sekolah untuk mengedarkan buku itu sebelum ada arahan selanjutnya dari provinsi.  

Disdik setempat telah menerima surat dari provinsi, terkait buku tersebut, dalam surat itu kata dia, terdapat tiga poin penting yang menjelaskan bahwa mulai dari halaman 123 sampai 131 akan diganti dengan mata pelajaran kopentensi lain yang sesuai dengan Syariat Islam.

"Masalah buku itu apakah nanti akan dimusnahkan atau ditarik semua itu belum tahu, sekarang sedang menunggu kebijakan lebih lanjut dari pimpinan,  diharapkan kepala sekolah lebih baik menyimpan buku itu di dinas saja," tandasnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Kepala Sekolah SMA Lembah Sabil Luhkman kepada AJNN mengatakan, para kepala sekolah sudah melakukan rapat di dinas terkait menyangkut  buku tersebut, dalam rapat itu disebutkan bahwa mengenai halaman yang menganjurkan cara berpacaran sehat itu untuk menunggu arahan selanjutnya dari pimpinan.

“Kemudian kami mendapatkan perintah melalui pesan singkat melalui telepon seluler dari Kepala Bidang Pendidikan bahwa pada halaman 129 itu disuruh copot, makanya kami tidak mengembalikannya,” ungkap Lukhman, Senin (27/10).

Dia  mengakui,  SMA Lembah Sabil menerima buku tersebut sebanyak 75 eks. “Dan buku itu sudah kami bayar dengan menggunakan dana BOS dengan harga Rp7.627 per eks, makanya kami simpan dulu di sini,” tuturnya.

Dikatakannya, meskipun buku teks Pendidikan Jasmani Olahraga itu belum dibagikan ke  siswa untuk dipelajari. “Saat ini para siswa masih mempelajari buku tahun lalu. Buku itu belum kami bagikan ke murid, sementara kami masih memnggunakan buku kurikulum lama,” ujar Luhkman.

RAMHAT RT

Komentar

Loading...