Unduh Aplikasi

Dirjen Perikanan dan Sekjen KKP RI Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Keramba di Sabang

Dirjen Perikanan dan Sekjen KKP RI Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Keramba di Sabang
Kasipenkum Kejati Aceh, Munawal Hadi, Foto: AJNN.Net/Tommy.

BANDA ACEH - Dua pejabat di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI diperiksa tim penyidik Kejati Aceh terkait dugaan korupsi Keramba Jaring Apung (KJA) lepas pantai (offshore) di Sabang.

Kedua pejabat KKP RI tersebut yakni Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap, Zulfikar Mochtar dan Sekjen KKP, Nilanto Perbowo.

Kasipenkum Kejati Aceh, Munawal Hadi menyebutkan selain menjabat di KKP, Zulfikar Muchtar merangkap sebagai komisaris utama di PT Perikanan Nusantara (Perinus) sementara Nilanto sebagai komisaris PT Perinus.

"Keduanya diperiksa atas nama komisaris utama dan komisaris di PT Perinus," kata Munawal, Jumat (8/11).

Pemeriksaan kedua pejabat KKP itu, kata Munawal guna melengkapi berkas perkara dugaan korupsi dengan nilai kontrak Rp45,5 miliar sumber anggaran APBN 2017.

Baca: Penyidik Periksa Ketua dan Sekretaris Pokja Pengadaan Keramba di Sabang

Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan satu orang tersangka yakni mantan Direktur PT Perinus, Dendi. Hasil temuan penyidik, kata Munawal pekerjaan yang telah dikerjakan tidak sesuai spesifikasi, pihak perusahaan juga tidak menyelesaikan pekerjaan 100 persen.

"Hingga Januari 2018 pekerjaan tidak selesai dikerjakan, namun pencairan sudah dibayarkan pada 29 Desember 2019," sebut Munawal.

Selain itu juga ada indikasi kelebihan bayar sebesar 89 persen dari 75 persen pekerjaan. Total yang telah dibayarkan sebesar Rp40,8 lebih dari nilai kontrak Rp45,58 miliar.

"Penyidik juga telah menyita uang tunai Rp36 miliar yang diserahkan oleh PT Perinus ke penyidik Kejati Aceh," ungkap Munawal.

Sebelumya penyidik juga telah memeriksa ketua kelompok kerja (Pokja) pengadaan, M Muhaimin dan Navy Watupongon sebagai sekretaris Pokja. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami peran keduanya dalam kasus pengadaan KJA di Sabang.

Komentar

Loading...