Unduh Aplikasi

Diresmikan Wali Kota, Ini Benda-benda Sejarah Yang Tersimpan di Museum Lhokseumawe

Diresmikan Wali Kota, Ini Benda-benda Sejarah Yang Tersimpan di Museum Lhokseumawe
Wali Kota Lhokseumawe Suadi Yahya meresmikan Museum Kota Lhokseumawe, dengan melakukan penandatangan prasasti secara simbolis, Jumat (18/10). Foto: AJNN.Net/Safrizal

LHOKSEUMAWE - Wali Kota Lhokseumawe, Suadi Yahya meresmikan Museum Kota Lhokseumawe di Jalan T. Hamzah Bendahara, Desa Mongeudong. Kecamatan Banda Sakti, Kota setempat, Jumat (18/10).

Peresmian Museum Kota Lhokseumawe yang dibangun dengan bentuk kontruksi rumah adat Aceh sekira pukul 16.00 WIB, ditandai dengan pemukulan rapa'i, dilanjutkan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti secara simbolis oleh wali kota. 

Dalam peresmian turut dihadiri dan disaksikan Tim Dinas Kebudayaan Provinsi Aceh, MAA, pemuka adat, agama serta jajaran Muspika dan Muspida Kota Lhokseumawe.

Dalam sambutanya, Wali Kota Lhokseumawe, Suadi Yahya mengatakan bangunan museum yang memiliki fungsi mengumpulkan dan merawat benda bernilai sejarah tersebut tidak terlepas dari kerja keras lintas sektor bidang pendidikan, kebudayaan dan pakar seni di Kota Lhokseumawe.

Secara struktural, keberadaan museum yang berdiri di atas tanah seluas 1 hektar lebih. Pastinya akan menjadi icon religi baru bagi masyarakat dengan nilai edukatif mengenal dan belajar tentang asal usul sejarah Lhokseumawe.

“Keberadaan museum sangatlah penting dan bermanfaat sebagai sarana edukasi dan pembelajaran sejarah bagi anak-anak dan generasi Aceh khususnya Kota Lhokseumawe,” ujar Suadi Yahya.

Meskipun saat ini Museum Kota Lhokseumawe dengan sarana dan prasarana yang kurang mumpuni. Namun Suadi Yahya mengaku museum yang berada di bawah dinas pendidikan dan kebudayaan itu akan terus diperjuangkan sebagai sebuah wadah dengan nilai warisan bersejarah. 

Baca: Habiskan Dana Rp 1,8 Miliar, Museum Lhokseumawe Tak Kunjung Difungsikan

"Hal itu tidak lain untuk membenahi segala kebutuhan baik itu sarana maupun prasarana untuk menggaet daya tarik wisatawan berkunjung," ujarnya.

Sementara itu, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe melalui Kabid Kebudayaan Rasyidin menyebutkan saat ini Museum Kota Lhokseumawe sedikitnya terdapat ratusan jenis koleksi benda bersejarah, terdiri dari barang perhiasan, mata uang, senjata tradisional, peralatan pertanian dan rumah tangga, serta alat musik etnik Aceh.  

Selain kegiatan peresmian Museum Kota Lhokseumawe, Rasyidin mengatakan pihaknya juga menggelar Pameran Seni Budaya di lokasi museum yang akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 18 s/d 20 Oktober 2019.

“Untuk pameran seni budaya kami ambil tema “Media Pendidikan, Pelestarian Nilai Sejarah dan Budaya Kearifan Lokal,” jelasnya.

Dirinya menambahkan kegiatan pameran diharapkan akan menambah ilmu sejarah tentang jejak Lhokseumawe masa lampau generasi Aceh khususnya Kota Lhokseumawe maupun pengunjung dari luar daerah.

Menurutnya Museum Lhokseumawe memiliki daya tarik tersendiri. Dimana dia mengaku selain halamanya luas, komplek bangunan museum langsung berhadapan dengan latar kemegahan Mesjid Agung Islamic Center. Dimana nantinya direncanakan dibangun pancoran air mancur di depan Museum.

Untuk mengentahui apa saja benda sejarah yang ada di Museum Kota Lhokseumawe, kata Rayidin, silahkan masyarakat datang untuk mengunjungi Museum Lhokseumawe. Museum ini juga dibuka untuk masyarakat umum.

“Ini merupakan bagian promosi dan edukasi bagi masyarakat untuk mengenal dan mengetahui bila kota Lhokseumawe sudah resmi memiliki Museum, silahkan datang dan kunjungi,” pungkasnya.

Komentar

Loading...