Unduh Aplikasi

WAWANCARA KHUSUS

Direktur RSUZA: Positif Corona dan Positif Covid-19 Sama Saja

Direktur RSUZA: Positif Corona dan Positif Covid-19 Sama Saja
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUDZA) Banda Aceh, Azharuddin. Foto: AJNN/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Darwati A Gani melalui rilisnya menyatakan dua dari 15 anggota keluarganya positif terpapar corona, bukan Covid-19. Dalam rilis itu juga dijelaskan perbedaan antara positif corona dan positif Covid-19.

Beda antara positif corona dan positif Covid-19, yaitu positif corona adalah seseorang yang tubuhnya telah terpapar virus corona, tetapi tidak ada tanda-tanda sakit (disebut juga OTG, Orang Tanpa Gejala), sehingga hanya perlu isolasi mandiri selama 10-14 hari.

Baca: BREAKING NEWS: 15 Diuji Swab Keluarga Irwandi, Dua Positif Corona, Bukan Covid-19

Sedangkan positif Covid-19 adalah seseorang yang telah terpapar virus corona dan orang tersebut menjadi sakit karenanya, sehingga perlu perawatan di RS.

Covid-19. Covi adalah Corona virus. *d* adalah *disease*= penyakit, sudah sakit. Sedangkan 19 adalah tahun 2019, tahun mulai berjangkitnya virus ini.

Baca: Simpang Siur Hasil Swab Keluarga Irwandi Yusuf

Lantas bagaimana tanggapan Direktur RSUDZA, Azharuddin terkait perbedaan antara corona dan Covid-19, berikut wawancara eksklusif AJNN dengan Azharuddin.

Apakah betul antara Positif Corona berbeda dengan Covid-19?Kami ingin menempatkan istilah ini pada tempatnya, agar publik memahami dgn baik. Mohon pendapatnya dok.

Pengertian Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya. Namun, beberapa jenis virus corona juga bisa menimbulkan penyakit yang lebih serius, seperti: Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV). Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Pneumonia.

SARS yang muncul pada November 2002 di Tiongkok, menyebar ke beberapa negara lain. Mulai dari Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Inggris, Italia, Swedia, Swiss, Rusia, hingga Amerika Serikat. Epidemi SARS yang berakhir hingga pertengahan 2003 itu menjangkiti 8.098 orang di berbagai negara. Setidaknya 774 orang mesti kehilangan nyawa akibat penyakit infeksi saluran pernapasan berat tersebut. 

Sampai saat ini terdapat tujuh coronavirus (HCoVs) yang telah diidentifikasi, yaitu: HCoV-229E. HCoV-OC43. HCoV-NL63. HCoV-HKU1. SARS-COV (yang menyebabkan sindrom pernapasan akut). MERS-COV (sindrom pernapasan Timur Tengah).

COVID-19 atau dikenal juga dengan Novel Coronavirus (menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019, dan menyebar ke negara lainnya mulai Januari 2020. Indonesia sendiri mengumumkan adanya kasus covid 19 dari Maret 2020. Jadi Covid sekarang itu adalah silsilah turunan yang kesekian, dan sampai saat itu dunia belum mampu menghentikannya.

Jadi bukan apa beda Corona denga Covid 19, tapi agar masyarakat bisa memahami secara utuh dan komprehensif. Saya lebih menyebutkan kalau Covid-19 ini "sangat cedik", gampang lolos untuk dideteksi, gejala awal yang tidak khas lagi, sehingga orang kadang sulit yakin dan percaya karena begitu "lihainya".

Jadi bisa dikatakan jika orang terpapar/positif Corona, belum otomatis positif Covid-19 dok?

Bisa jadi, kan Corona sudah generasi yang kesekian sampai dengan saat ini, nah covid 19 inilah yang concern kita hadapi sekarang, jika positif Covid 19 ya memang test-nya spesifik untuk itu, bukan untuk corona pada umumnya.Jika sekarang orang bicara covid 19 ya Corona, positif Covid 19 ya Positif Corona, demikian.

Ini kan masih wilayah pengetahuan umum/persepsi publik, secara medis dan standar WHO apakah memang beda atau sama saja antara positif Corona dan positif Covid-19.

Benar, sama saja, Positif Corona adalah saat ini jenisnya adalah sama dengan positif corona jenis covid 19

Terakhir pak. Sejauh ini belum ada otoritas resmi yang menjelaskan status hasil pemeriksaan keluarga pak IY/Ibu Darwati. Yang ada merupakan pernyataan dari FB IY dan Ibu Darwati. Agar info terkait hasil ini terpercaya, tentu kami butuh jawaban pihak yang memiliki ototritas. Seperti apa hasil tes PCR/Swab Ibu Darwati dan 14 yang lainnya?

Saya tidak tau siapa otoritasnya untuk itu, sebaiknya percaya apa yang disampaikan oleh yang bersangkutan, yang memeriksa swab, hasil yang didapatkan baik berdasarkan tertulis atau tidak, intinya ada disitu, yang bersangkutan lebih bisa memahami penjelasannya, pasti ada alasannya untuk sesuatu hal atau apapun itu.

HUT Pijay

Komentar

Loading...