Unduh Aplikasi

Sistem Log Book Jadi Pro Kontra di Kalangan Pegawai, DPRK Pidie Datangi RSUD Tgk Chik Ditiro

Sistem <i>Log Book</i> Jadi Pro Kontra di Kalangan Pegawai, DPRK Pidie Datangi RSUD Tgk Chik Ditiro
Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Muhammad Yassir memberikan penjelasan kepada Anggota Komisi IV DPRK Pidie

PIDIE - Sistem log book di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro (TCD) Sigli, Kabupaten Pidie sudah diterapkan pada akhir 2019. Penerapan sistem log book tersebut menyebabkan rasionalisasi jatah penerimaan jasa medis (jasmed), berkurang sehingga ada pegawai rumah sakit itu tidak puas. 

Di hadapan anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Selasa (12/1) Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Muhammad Yassir menjelaskan, sistem log book sudah diterapkan pada 2019 lalu bertujuan untuk menilai kinerja, dan sudah menjadi keharusan bagi pegawai. 

"Sebelum penerapan sistem log book, kita sudah lakukan sosialiasi. Jadi di tahun ini tidak lagi berbicara tentang log book, namun kita fokus untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, contohnya seperti penyediaan makanan kepada pasien yang disediakan apakah sudah memenuhi standar atau belum," jawab Yassir menanggapi pertanyaan Ketua Komisi IV T DPRK Pidie T Mirza Jamil. 

Lebih lanjut, Yassir menjelaskan, penerapan log book telah terjadi pengubahan sitem perhitungan jasa medis (jasmed) yang berakibat penurunan pendapatan terhadap tenaga medis dan karyawan, sehingga terjadi protes. Namun itu tidak berimbas pada pelayanan. 

"Ada sebagian pegawai yang merasa tidak nyaman dengan penerapan log book itu hal yang wajar, tapi sebagian besar pegawai justru merasa sangat puas setelah diuji kuisioner," kata Yasir. 

Yassir menyebutkan, saat ini jumlah pegawai dan tenaga medis di RSUD Tgk Chik Ditiro menjacapai 1.600 orang. 500 orang  berstatus Apartur Sipil Negara (ASN) selebihnya hanya tenaga kontrak dan bakti atau honorer. Jika diurai soal kebutuhan tenaga medis dan karyawan, tentu sudah melebihi kapasitas, kecuali dokter sekitar 20 orang lagi.

"Tentunya sudah melebihi kapasitas jumlah karyawan seukuran RSUD Tgk Chik Ditiro, tetapi kami dari manejemen tetap memperhatikan seluruh karyawan, dengan cara berbasis kinerja," ujarnya.

Komentar

Loading...