Unduh Aplikasi

Direktur RSUD Datu Beru Takengon Dilaporkan ke Polda Aceh

Direktur RSUD Datu Beru Takengon Dilaporkan ke Polda Aceh
Salah satu dokter RSU Datu Beru melaporkan atasannya ke Polda Aceh. Foto: IST.

BANDA ACEH - dr. Hardy Yanis, Sp.PD, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Beru, Takengon, Aceh Tengah dilaporkan ke Polisi karena diduga membuat keterangan palsu dalam data otentik pemutasian sepihak yang ditujukan kepada salah satu dokter di rumah sakit itu.

Pelapor, dr Muhammad Yusuf didampingi kuasa hukumnya membuat laporan ke sentral pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) dengan nomor laporan LP/06/I/YAN 2.5/2020/SPKT tanggal 5 Januari 2020.

Dedi Suheri selaku kuasa hukum mengatakan kliennya melaporkan atasannya tersebut karena dinilai melanggar hukum dan tidak memenuhi prosedur yang berlaku di dunia medis.

"Kita melaporkan Dirut RSU Datu Beru atas dugaan pelanggaran tindak pidana 266 KUHP," kata Dedi Suheri, Rabu (6/1).

Dedi mengatakan bahwa dalam surat yang dibuat terlapor, Hardy Yanis kepada Bupati Aceh Tengah, Shabela Abu Bakar, dr Muhammad Yusuf dikatakan telah melakukan pelanggaran kode etik, salah satunya dituduh melakukan pengutipan iuran BPJS Kesehatan, melemparkan alat-alat di ruang operasi.

"Dalam surat itu klien kami dituduh melakukan pelanggaran etik, padahal apa yang dituliskan dalam surat itu tidak benar," ucapnya.

Menurut Dedi, jika ada pelanggaran etik, penangananya pasti melalui prosedur yang berlaku mulai dari pemeriksan di bidang etik, pemeriksaan komite medik ataupun diperiksa oleh IDI.

"Namun kenyataannya terlapor tidak pernah diperiksa oleh komite medik, maupun dari pihak IDI atas tuduhan itu," sebutnya.

Atas surat keterangan palsu itu, kata Dedi, pihaknya berharap Polda Aceh dapat menindak lanjuti laporan kliennya.

"Tuduhan yang tidak mendasar itu, membuat klien kami dirugikan. Pelapor dimutasi dari dokter spesialis RSU Datu Beru dipindahkan ke puskesmas," ungkapnya.

Komentar

Loading...