Unduh Aplikasi

Direktur PT Usaha Sejahtera Manikam Ditetapkan Jadi Tersangka

Direktur PT Usaha Sejahtera Manikam Ditetapkan Jadi Tersangka
Alat berat di lokasi galian C ilegal di Pulo Aceh. Foto: Ist

BANDA ACEH - Tim penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh telah menetapkan Direktur PT. Usaha Sejahtera Manikam berinisial AR sebagai tersangka dalam kasus galian C illegal di Gampong Gugop, Pulo Aceh.

Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Erwin Zadma melalui Kasubdit Tipiter, Kompol Guntur menyebutkan dalam kasus galian C ilegal itu, penyidik telah memeriksa enam orang saksi dan juga telah mengamankan beberapa dokumen dikantor PT Usaha Sejahtera Manikam dikawasan Merduati, Banda Aceh.

"Sebenarnya ada dua orang tersangka yakni orang tua AR berinisial TA (81), dikarenakan yang bersangkutan sudah lansia maka kita masih jadikan sebagai saksi," kata Guntur, Jumat, (4/1).

Baca: Polda Aceh Amankan Alat Berat Galian C Ilegal di Pulo Aceh

Kompol Guntur juga menyebutkan, PT. Usaha Sejahtera Manikam melakukan pengerjaan proyek jalan di kawasan Pulo Aceh, dalam perjalanannya perusahaan tersebut mengambil material untuk pengerjaan proyek dari kawasan galian C tanpa ijin.

"Pembangunan jalan itu di danai oleh anggaran BPKS, saat pergerakannya pihak perusahaan mengambil material di galian C tanpa ijin," sebut Guntur.

Dalam kasus ini, lanjut Guntur tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lainnya yang terlibat. Saat ini oenyidik masih melakukan pemeriksaan sejumlah dokumen yang disita.

"Tidak tertutup kemungkinan kami juga akan panggil pihak dari BPKS dan dinas di Aceh Besar terkait pengerjaan proyek jalan ini kenapa bisa menang tender dengan ijin yang tidak ada," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pada Selasa (18/12/2018) subdit IV Dit Reskrimsus Polda Aceh di bawah pimpinan panit 2 AKP Fadillah mengamankan lokasi penambangan galian c yang diduga tanpa izin usaha pertambangan yang berada di Desa Paloh Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar dan lokasi crusher dan AMP di Desa Gugop Kecamatan Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar.

Di lokasi polisi juga mengamankan satu unit crusher (tidak aktif), satu unit AMP (tidak aktif), satu unit Eksavator merk Komatsu warna kuning, satu unit truck intercooler warna hijau, satu unit truck Fuso warna cokelat, satu unit Loder warna kuning, satu unit Compact warna kuning, empat unit truck Hercules warna kuning dan satu unit grader warna kuning.

Komentar

Loading...