Unduh Aplikasi

Direktur PT. Bumi Swarga Loka penuhi panggilan Kejari

Direktur PT. Bumi Swarga Loka penuhi panggilan Kejari
Ilustrasi alkes
ACEH BARAT DAYA – Direktur PT Bumi Swarga Loka, Gupran Prihatin memenuhi panggilan Jaksa Penyidik Pidana khusus Kejaksaan Negeri Blangpidie, terkait kasus pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Umum Teuku Peukan (RSUTP) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Dia dimintai keterangan atas kasus alkes senilai Rp. 6,3 miliar dari sumber dana APBN yang diduga terjadi penyimpangan.

Gupran tiba di Kejari Blangpidie sekitar pukul 09.00 Wib, Senin (17/2) kemarin dengan menumpangi mini bus. “Saya tidak bermaksud mangkir dari panggilan pihak Kejaksaan, berhubung Senin (10/2) lalu saya tidak bisa hadir karena ada anggota keluarga saya dalam keadaan sakit, sehingga dengan terpaksa harus menunda kehadiran saya ke Abdya ini,” ujar Gupran Prihatin kepada AJNN.net, Senin (17/2) pada saat jam istirahat dari pemeriksaan.

Gupran menambahkan, bahwa kedatangannya ke Abdya dengan itikad baik, yaitu memenuhi pemanggilan Kejari Blangpidie untuk memberikan beberapa keterangan terkait kasus pengadaan Alkes yang sempat menggemparkan Kabupaten Abdya.

“Saya kemari untuk memberikan keterangan yang sebenarnya, karena saya tidak ingin bermasalah, apalagi perusahaan saya dipinjam oleh pihak lain,” sebutnya.

Amatan AJNN.net, Direktur PT Bumi Swarga Loka dimintai keterangan oleh pihak kejaksaan, mulai dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB atau sekitar sepuluh jam setelah dikurangan masa istirahat. Kedatangan Gupran ke Kejari Blangpidie juga didampingi temannya yang mengaku bernama Ruslan.

SUPRIAN
HUT Pijay

Komentar

Loading...