Unduh Aplikasi

Direktur Jadi Tersangka, Tipe Rumah Sakit Meulaboh Terancam Turun

Direktur Jadi Tersangka, Tipe Rumah Sakit Meulaboh Terancam Turun
Foto: Net

ACEH BARAT - Akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh terancam turun, pasca direkturnya ditetapkan sebagai tersangka. Padahal saat ini rumah sakit kabupaten itu berada pada kelas tipe B.

Sebelumnya, Polres Aceh Barat menetapakan Direktur RSUCND dr Furqansyah, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran lingkungan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3).

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat, Ramli SE mengatakan kasus yang menjerat orang nomor satu di rumah sakit itu sangat mengancam akreditasi rumah sakit.

“Ini bisa berdampak pada akreditas, bisa turun kelas lagi, karena pengelolaan limbah jadi salah satu syarat dalam akreditasi," kata Ramli, Jumat (12/10).

Baca: Ditetapkan Tersangka, Direktur RSUCND Meulaboh Tak Ditahan

Menurut Ramli, seharusnya dengan meningkatnya kelas rumah sakit itu dari tipe C menjadi Tipe B pada tahun 2016 lalu, pengelolaan manajemen rumah sakit semakin baik, salah satunya adalah pengelolaan limbah medis yang menjadi perhatian manajemen rumah sakit.

Ia menjelaskan penanganan limbah medis B3 tidak bisa disepelekan. Pasalnya limbah yang berasal dari orang sakit akan menular ke masyarakat. Untuk itu, perlu adanya upaya evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah terutama dari Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (DLHK) setempat.

Selain itu, ia juga juga meminta kepada instansi terkait untuk mengevaluasi izin dua rumah sakit swasta yang bermasalah dalam pengelolaan limbah medisnya.

"Kalau bisa izinnya dicabut saja, jika rumah sakit swasta tidak becus mengolah limbah medisnya, karena ini berbahaya. DLHK juga harus kaji kembali amdal dua rumah sakit swasta itu," tegasnya.

Komentar

Loading...