Unduh Aplikasi

DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA DESA

Direktur BUMG Suak Raya Resmi Kembalikan Semua Uang Desa

Direktur BUMG Suak Raya Resmi Kembalikan Semua Uang Desa
Kanit Tipidkor, Brigadir Banta Rahmadsyah

ACEH BARAT- Direktur Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Jufri, resmi mengembalikan dana lembaga tersebut setelah sebelumnya sempat digunakan untuk kepentingan pribadi.

Kepala Kepolisian resor (Polres) Aceh Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Raden Bobby Aria Prakasa melalui Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi, Brigadir Banta Rahmadsyah mengatakan pengembalian dana tersebut langsung dilakukan oleh Jufri ke rekening Desa.

“Uang yang sebelumnya digunakan secara pribadi sebesar Rp 115 juta untuk kepentingan pribadi telah dikembalikan, pengembalian dana tersebut langsung disaksikan camat Johan Pahlawan saat itu,” kata Banta, kepada wartawan.

Baca: Direktur BUMG Suak Raya Akui Uang Dipakai untuk Kepentingan Pribadi

Dikatakan Banta, pengembalian dana tersebut dilakukan tiga hari setelah sang direktur yang juga menjabat sebagai Sektaris Desa (Sekdes) itu diperiksa polisi sebagai saksi, setelah adanya laporan dari masyarakat desa setempat.

Meskipun telah dikambalikan, kata dia, pihaknya tetap akan melakukan penyelidikan atas kasus dugaan penyalahgunaan uang negara itu.

Namun, kata dia, untuk melanjutkan penyelidikan pihaknya sedang menunggu hasil audit ispektorat. Setelah adanya hasil audit nantinya akan dipanggil Kepala Desa Suak Raya, Zainuddin, untuk dimintai keterangan atas pengelolaan keuangan desa terutama terkait beberapa proyek menjadi sorotan warga desa itu.

Diberitakan sebelumnya, Warga Desa Suak Raya, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat menyegel kantor desa setempat, Kamis (23/5) malam. Penyegelan tersebut dilakukan atas dugaan proyek fiktif yang dilakukan aparat desa.

Baca: Program Dana Desa Diduga Fiktif, Warga Segel Kantor Keuchik Suak Raya

Penyegelan dilakukan dengan cara pintu masuk ke kantor keuchik dipalang dengan kayu serta dipasang beberapa spanduk serta tripek ukuran 1 x 1 meter yang dipenuhi tulisan. Pada spanduk tersebut bertuliskan tolong usut dana desa 2016, 2017 dan 2018. Selain itu juga ada tulisan kami bersaudara, jangan pisahkan kami dengan dana desa.

Tidak hanya itu, juga terdapat tripek yang merincikan beberapa dugaan proyek fiktif meski anggaran telah dicairkan dari kas desa. Adapun beberapa dugaan proyek fikit tersebut diantaraya proyek pemeliharaan jalan Daud Saad, dengan besaran dana yang dialokasikan Rp 28 520.000 tahun anggaran 2016.

Pemeliharaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Enceng Gondok sebesar Rp 19.000.000 tahun anggaran 2017, Pembangunan Rumah Toko Badan Usaha Milik Gampong tahap 1 sebesar Rp.30.000.000, Pembangunan saluran irigasi Cot Limut tahun anggaran 2018 sebesar Rp.24.000.000 dan lumbung padi desa sebesar Rp.15.000.000.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...