Unduh Aplikasi

Dipolisikan Shabela, Ini Tanggapan Wakil Bupati Aceh Tengah

Dipolisikan Shabela, Ini Tanggapan Wakil Bupati Aceh Tengah
Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus, saat ditemui Kompas.com dirumahnya, Kamis (14/5/2020) malam.(KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SP)

ACEH TENGAH - Wakil Bupati Aceh Tengah, Firdaus menanggapi santai laporan Bupati Aceh Tengah terhadap dirinya. Menurut Firdaus dirinya akan mengikuti semua langkah hukum yang diambil Shabela Abubakar sampai ke pengadilan nanti.

"Kita ikuti saja langkah-langkah yang dia ambil.Nanti pembuktian biar di persidangan saja," ujar Firdaus secara langsung kepada AJNN, Jum'at, (15/5/2020) di Takengon.

Kepada AJNN Firdaus mengungkapkan fakta baru. Menurutnya, bukan masalah proyeknya yang menjadi masalah utama, akan tetapi tidak ada kompromi terkait proyek tersebut yang tiba-tiba sudah tanyang untuk tender.

Baca: Bupati Aceh Tengah Laporkan Wabup ke Polisi

"Sebenarnya bukan masalah proyeknya. Tapi masalah tidak ada kompromi terkait proyek tersebut. Karena tiba-tiba sudah tayang," ujar Firdaus.

Selain itu dirinya juga mengungkapkan bahwa Ketidakharmonisan dia dengan Bupati Shabela sudah berlangsung sekitar 3 hingga 4 bulan lalu, walaupun dari sejak awal sudah ada persoalan, namun tidak terlalu berat atau menegangkan seperti saat ini.

"Beberapa bulan ini saja hubungan kami makin tidak harmonis, makin lama makin berat. Karena dia yang singkirkan saya," kata Firdaus.

Firdaus juga menyebutkan bahwa mereka dulu sudah punya komitmen saat Pilkada yakni sebagian dinas atau SKPK itu dilimpahkan untuk dirinya. Tapi jangankan itu, mutasi dan promosi pejabat saja tidak ada koordinasi dengan dirinya.

"Setiap mutasi undangan pelantikan saja yang saya terima. Undangan itu pun saya terima tiba - tiba. Besok mau dilantik, malam atau pagi baru sampai undangan ke tangan saya," ujar Firdaus dengan nada kecewa.

Firdaus mengatakan kalau selama ini dirinya merasa terzalimi. Hal itu dapat terlihat dari mulai mutasi yang tidak melibatkannya, bahkan termasuk pembahasan anggaran juga tidak dilibatkan.

"Terkait pembahasan anggaran yang mendahului APBK-P kemarin yang sempat heboh, saya juga tidak terlibat, semua diambil oleh dia," ujar Shabela.

Terkait kata kata kasar saat bertemu Bupati di Pendopo menurut Firdaus itu hanyalah spontanitas dan akumulasi kekecewaan dirinya saja.

"Itu akumulasi kekecewaan saya kepada Shabela," ujar Firdaus.

Pria yang juga juga ketua PDI-P Aceh Tengah tersebut juga menceritakan secara gamblang tentang kejadian saat dirinya dan Shabela cekcok mulut dan nyaris adu otot. Menurutnya, sebelum kejadian dia sudah berulang kali menghubungi Shabela.

Baca: Shabela: Saya Mau Berdamai Asal Dia Punya Niat Baik

"Kalau tidak salah saya sekitar 5 kali saya hubungi dia pada sore hari Kamis. Telepon selulernya aktif namun tidak diangkat oleh Shabela. Kalau di buka rekaman pasti ada telepon saya ke dia. Karena tidak diangkat makanya saya datangi pendopo," kata Firdaus.

Firdaus mengatakan, seandainya Shabela angkat telepon, mungkin dia tidak akan ke pendopo, cukup melalui telepon saja, walaupun dirinya akan bicara dengan nada tinggi.

"Walaupun demikian, terkait penanganan Covid-19 dan banjir bandang kita dilibatkan walaupun bukan secara pribadi namun kedinasan. Karena saya terlibat dalam kepengurusan Covid-19 tersebut," pungkas Firdaus mengakhiri wawancara.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...