Unduh Aplikasi

Dipersulit, Keluarga Korban Kecelakaan Enggan Lapor Polisi

Dipersulit, Keluarga Korban Kecelakaan Enggan Lapor Polisi
Simulasi kecelakaan di unit Satlantas. Foto: tribaratanews
BANDA ACEH - Kesan sulit dan rumit penerbitan surat kecelakaan oleh kepolisian membuat keluarga korban kecelakaan enggan mengurus surat ini. Asumsi ini sudah selayaknya dihapus karena proses penerbitannya sangat mudah.

"Sebenarnya bukan dipersulit. Ini lebih karena banyak korban kecelakaan lalu lintas yang meminta laporan polisi di saat terdesak. Biasanya saat si korban kecelakaan ingin keluar dari rumah sakit,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Banda Aceh Komisaris Polisi Djunaeddy, Jumat (29/4).

Karena itu, Djunaeddy mengimbau agar korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya tidak ragu melaporkan peristiwa kecelakaan itu kepada pihak kepolisian. Hal ini akan membantu penanganan kecelakaan sehingga tidak merugikan satu pihak. Terutama terkait dengan biaya pengobatan bagi para korban kecelakaan.

Untuk memperoleh laporan polisi tersebut, kata Djunaeddy, para pemohon harus melewati sejumlah prosedur. Sesuai aturan, harus ada saksi, korban dan juga barang bukti. Laporan ini juga harus disampaikan kepada polisi, paling lambat, 48 jam.

"Kebanyakan yang melapor itu setelah kecelakaan lewat tiga hari,” kata Djunaeddy.

Selain itu, saat ini pihaknya menilai BPJS kesehatan masih kurang melakukan sosialisasi kepada keluarga korban kecelakaan. Bahkan, BPJS menyampaikan ke keluarga korban kecelakaan di saat keluarga korban dirawat beberapa hari di rumah sakit.

"Seharusnya, pihak BPJS saat ada korban kecelakaan menanyakan apa ada surat laporan polisi apa tidak, tapi pihak BPJS menanyakan surat laporan polisi disaat korban sudah dirawat beberapa hari," ujarnya.

Sementara kepala cabang BPJS Kesehatan Banda Aceh Rita Marsyita mengatakan untuk korban kecelakaan tunggal diharusnya memiliki surat laporan polisi. Hal ini dilakukan untuk menghindari klaim ganda.

"Tujuan surat laporan tersebut untuk kejelasan, apakah korban ditanggung oleh BPJS apa Jasa Raharja," katanya. Seperti pengalaman yang sudah-sudah, sebutnya banyak korban kecelakaan lalu lintas yang melakukan klaim ganda.

"Awalnya dia sakit karena kecelakaan tunggal, setelah keluar dari rumah sakit dia buat laporan kecelakaan berat dan mendapatkan klaim dari Jasa Raharja," ungkapnya. Terkait dengan pelayanan BPJS Kesehatan di setiap rumah sakit, pihaknya meminta agar peserta BPJS agar melaporkan jika ada pelayanan yang tidak memadai.

"Jika ada pelayanan BPJS yang belum maksimal, silahkan melaporkan. Saat ini kita terus berupaya untuk melakukan perubahan-perubahan," katanya.

Komentar

Loading...