Unduh Aplikasi

Dinsos Lhokseumawe Titipkan Bocah Dirantai Orang Tua ke Panti Asuhan

Dinsos Lhokseumawe Titipkan Bocah Dirantai Orang Tua ke Panti Asuhan
Polisi memperlihatkan tersangka saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – Dinas Sosial Kota Lhokseumawe menitipkan Maulindar Syahputra, bocah yang menjadi korban penganiyaan orang tuanya ke salah satu panti asuhan di kota tersebut.

“Jadi alasan kami menitipkan bocah itu ke panti asuhan karena keluarga dari anak itu mengaku tidak sanggup mengurusnya,” kata Kepala Dinas Sosial Lhokseumawe, Ridwan A Jalil kepada AJNN, Jumat (4/10).

Baca: Begini Kondisi Fisik dan Mental Bocah Dirantai Orangtua di Lhokseumawe

Sambungnya, keluarga dari ibu anak itu sering mengeluh karena bocah berusia sembilan tahun itu sering keluar rumah pada malam hari, dan baru kembali ke rumah pada pagi hari. Oleh karena itu pihak keluarga mengaku tidak sanggup menampung anak itu.

“Jadi pada Rabu (2/10) bocah itu di bawa ke Panti Asuhan, dari pihak panti pun mengaku akan membimbing bocah itu, karena bocah tersebut memang membutuhkan bimbingan khusus,” imbuhnya.

Dikabarkan sebelumnya, Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Lhokseumawe melakukan konferensi pers terkait kasus pemukulan terhadap Maulindar Syaputra bocah berusia sembilan tahun yang menjadi korban penganiyaan orangtua kandungnya dengan cara diikat menggunaka rantai.

Baca: Tak Bawa Pulang Hasil Ngemis, Bocah di Lhokseumawe Dirantai Orangtuanya

“Jadi kejadian awal itu pertama kali UG (ibu kandung) melakukan pemukulan pada saat korban berusia enam tahun, dengan cara mencubit di bagian pahanya dengan sekuat tenaga sehingga paha bocah tersebut mengalami memar biru,” kata Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang didampingi Kepala Dinas Sosial Ridwan A Jali saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Jumat (20/9).

Sambungnya, saat itu tersangka memukul karena korban tidak mau menuruti perintah ibu kandungnya untuk menjadi pengemis di sekitaran Kota Lhokseumawe. Kemudian pada tahun 2018, korban bersama kakak kandungnya kembali mengemis akan tetapi pada saat itu, mereka tidak bisa menghasilkan uang dengan jumlah yang sudah ditetapkan tersangka yakni Rp100 ribu.

“Dikarenakan korban tidak membawa pulang uang sesuai target, tersangka marah hingga kemudian memukul korban dengan cara melibas dibagian belakang badan dengan menggunakan tali rem sepeda yang terbuat dari besi sebanyak tiga kali sehingga belakang badan korban memar,” jelas Kasat.

Komentar

Loading...