Unduh Aplikasi

Dinkes Nagan Raya Sebut BAB Sembarangan Pemicu Stunting

Dinkes Nagan Raya Sebut BAB Sembarangan Pemicu Stunting
Ilustrasi. Foto: Net

NAGAN RAYA - Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Nagan Raya, Irasahwadi, mengungkap perilaku buang air besar sembarangan, bukan hanya menimbulkan berbagai jenis penyakit seperti scabies, ekoli saja. Namun juga menjadi pemicu stunting bagi anak.

Dikatakannya, menurut ilmu kesehatan perilaku yang masih belum open difacation free (ODF) tersebut menyebabkan bakteri, yang mempengaruhi pertumbuhan bagi anak saat terkontaminasi pada makanan.

“Saat kita BAB sembarangan, atau terbuka begitu kotoran tadi dihinggapi lalat. Nah lalat ini kan nantinya secara tidak langsung menghinggapi makanan, dan dimakan oleh anak sehingga berbagai jenis bakteri dan kuman akan mengganggu imun serta sel pertumbuhan,” kata Irasahwadi, kepada AJNN, Jumat, (28/2).

Baca: Ratusan Warga di Nagan Raya Terserang Penyakit Gatal-gatal

Dikatakannya, anak-anak memiliki imum yang berbeda dengan orang dewasa, sehingga bakteri dan kuman masuk kedalam tubuh mereka akan dengan cepat mempengaruhi daya tahan tubuh.

Akibat dari bakteri tersebut, kata dia, bisa menyebabkan anak menjadi diare, hingga menyebabkan anak terkena cacing usus.

Di Nagan Raya, sendiri, kata dia, untuk prilaku belum ODF hingga saat ini masih tinggi, sehingga ini mengancam pertumbuhan bagi anak-anak di kabupaten tersebut.

“Banyak warga kita memang hingga saat ini mampu punya dua mobil, rumah bagus, namun jamban tidak punya. Punya jamban tapi terbuka sehingga ini bisa juga kita sebut BAB sembarangan,” ungkapnya.

Baca: Dua Penyebab Utama Warga Nagan Raya Alami Scabies

Dalam pencegahan stunting, kata dia, daerah bebas dari BAB sembarangan juga masuk dalam indikator yang harus dikejar oleh Pemerintah Daerah.

Meski demikian, kata dia, tidak sepenuhnya kekerdilan tersebut disebabkan oleh BAB sembarangan, akan tetapi juga bergantung pada prilaku orang tua dalam menjaga pola makan anak.

Saat ini, kata dia, dalam menjadikan kabupaten tersebut terbebas BAB sembarangan, Bupati setempat mulai tahun 2020 melahirkan Peraturan Bupati Tentang Pengelolaan Dana Desa yang didalamnya memerintahkan desa menganggarkan anggaran pembangunan jamban bagi masyarakat kurang mampu.

"Angka stunting di Kabupaten tersebut, hingga saat ini capai 25 persen dari 6000 anak yang baru kami lakukan pendataan," pungkasnya.

Komentar

Loading...