Unduh Aplikasi

Dinkes Aceh: Kebutuhan Medis Dikirim dari Jakarta

Dinkes Aceh: Kebutuhan Medis Dikirim dari Jakarta
Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif. Foto: dinkes.acehprov.go.id

BANDA ACEH - Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hanif, mengatakan sebagian besar logistik berkenaan dengan kesehatan, seperti obat-obatan, peralatan medis, serta kebutuhan penunjang medis lainnya, selama ini masih dikirim langsung dari Jakarta.

Hal ini disampaikannya, terkait dengan desakan sejumlah kalangan masyarakat di Aceh, yang meminta Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, ditutup sementara waktu dengan alasan menekan keluar masuk pendatang melalui jalur transportasi udara, ditengah wabah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Menurut Hanif, sekilas permintaan tersebut terlihat rasional. Tentu masyarakat memiliki alasan yang baik atas hal itu. Namun perlu diperhatikan, efek buruk yang ditimbulkan jauh lebih besar lagi, karena pemenuhan kebutuhan medis yang selama ini dikirim dari Jakarta, akan sulit dilakukan bila bandara ditutup.

"Saya sangat tidak setuju. Sebaiknya bandara tetap operasional, jangan di situasi ini ditutup" kata Hanif saat dihubungi melalui saluran telepon, Minggu (5/4) malam.

Dilanjutkan Hanif, bila kebijakan penutupan bandara dilakukan, hal ini sudah dapat dipastikan akan sangat menganggu pemenuhan kebutuhan medis. Sementara diketahui, urusan kesehatan merupakan bidang pelayanan dasar bagi masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah.

Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, keberadaan bandara merupakan sebuah keniscayaan. Sebab, dengan adanya transportasi udara, akan sangat membantu otoritas kesehatan dalam menangani Covid-19, seperti pengiriman sampel swab pasien PDP dan pengiriman sejumlah alat medis lain.

"Kebutuhan pesawat dan bandara tetap dibuka wajib untuk memenuhi kebutuhan kesehatan, karena semua logistik kesehatan dari Jakarta," pungkasnya.[]

Komentar

Loading...