Unduh Aplikasi

Dinilai Tak Serius Tangani Corona, Kadinkes Aceh Barat: Kami Sudah Bekerja Maksimal

Dinilai Tak Serius Tangani Corona, Kadinkes Aceh Barat: Kami Sudah Bekerja Maksimal
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Syarifah Junaidah. Foto: Antara

ACEH BARAT - Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat membantah terkait pernyataan salah seorang keluarga pasien positif corona yang mengaku tidak mendapat perhatian dari dinas tersebut serta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Aceh Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Syarifah Junaida mengatakan selama ini petugas medis yang bertugas dalam penanganan Covid-19 telah melakukan tugasnya dengan maksimal.

"Kami selalu memberikan perhatian untuk pasien Covid itu. Vitamin, susu dan obat-obatan selalu diantarkan. Bahkan mereka selalu kami kontrol. Kan tidak mungkin petugas harus kontak erat seperti pelukan dengan pasien," kata Syarifah Junaida, Jumat (11/9).

Terkait dengan swab, pihaknya bukan tidak melakukannya, namun keluarga mereka yang hendak di swab terlambat datang ke Labarotaorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Menurutnya, sesuai pemberitahuan swab harusnya dilakukan pukul 10.00 WIB, tapi keluarga dari pasien Covid-19 tersebut datang pukul 12.00 WIB.

"Kan tidak mungkin petugas kami dengan APD (alat pelindung diri) lengkap menunggu berjam-jam, sementara swab sudah kami jadwalkan. Bukan enak pakai APD itu," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan pada Senin (7/9), saat keluarga dari pasien Covid-19 tersebut datang tanpa pemberitahuan sehingga tidak diketahui oleh petugas Labkesda.

"Jadi semua sudah kami lakukan untuk yang hari Senin itu, dia datang tanpa beritahu petugas, jadi petugas swab tidak tahu, dan disini letak miss komunikasinya. Dia di Papua sana jadi mana ada dia lihat bagaimana," sebut Syarifah.

Baca: Dinkes Aceh Barat dan Tim Gugus Dinilai Tak Serius Cegah Penyebaran Corona

Syarifah mengaku kecewa dengan pernyataan dari Afrizal Abdul Rasyid, keluarga dari pasien Covid-19 yang menilai petugas tidak bekerja. Padahal, petugas medis tersebut terus bekerja 24 jam dalam memberikan pelayanan dan penanganan terhadap warga Aceh Barat.

"Saya kecewa dengan keluarga pasien, padahal petugas kami sudah bekerja 24 jam, tapi malah dinilai buruk. Tidak mudah mereka bekerja. Saya sampai nangis kalau melihat petugas kami bekerja di lapangan," ujarnya.

Ia mengaku telah menindak lanjuti semua hal yang disampaikan Afrizal kepada AJNN sebelumnya. Bahkan, ia sempat turun ke Desa Krueng Tinggai, pada Kamis malam bersama asisten satu Mirsal, Camat Samatiga, Murdani dan tim gugus serta tim medis guna memastikan semua kondisi di lapangan.

Hasil dari kunjungan lapangan tersebut, kata dia, sepenuhnya tidak benar seperti yang disampaikan keluarga pasien itu.

"Jadi saya minta ini semua diluruskan. Sehingga kami tidak dikesankan negatif," imbuhnya.

Ia mengatakan, hari ini keluarga pasien yang positif dan kontak erat ingin melakukan swab untuk datang ke Labkesda.

"Terkait dengan warga lainnya yang sempat melakukan kontak erat dengan pasien juga akan dilakukan tracking lagi," ungkapnya.

Komentar

Loading...