Unduh Aplikasi

Dinilai Sepihak, Warga Tolak Pemekaran Kampung Blang Kolak Satu

Dinilai Sepihak, Warga Tolak Pemekaran Kampung Blang Kolak Satu
ACEH TENGAH - Terkait keluarnya Peraturan Bupati (Perbub) Kabupaten Aceh Tengah tentang pemekaran kampung Blang Kolak Satu, Kecamatan Bebesen Aceh Tengah menjadi dua desa, yakni Blang Kolak Satu dan Blang Kolak Asli, Reje Kampung Blang Kolak Satu sebagai Desa Induk menyatakan keberatan terhadap pemekaran tersebut, Hal itu diungkapkan oleh Reje Kampung (Kepala Desa) Blang Kolak Satu didampingi aparatur desa kepada awak media dalam konferensi pers di kantor desa. Minggu (21/8).

Alasan penolakan itu, kata Reje Kampung Blang Kolak Satu, Ary Darma karena kampung pemekaran meminta wilayah lebih besar daripada kampung induk, dan menilai pemekaran tersebut non prosedural atau tidak sesuai peraturan "Saya, atas nama masyarakat Blang Kolak menolak terhadap penetapan batas-batas kampung,"ujarnya.

Bukan itu saja, ia juga menyesalkan sikap salah seorang anggota dewan yang mengancam Imam Kampung Blang Kolak Satu, dengan kata-kata 'menghabisi'," Kami tidak bisa terima"ujarnya lagi.

Ia menambahkan 118 KK di Dusun Blang Mersah, 43 KK, Dusun Temil, dan delapan KK di dusun Jaya menolak pemekaran dan minta kembali ke kampung induk. "Kami mempunyai bukti untuk hal itu"ungkapnya.

Untuk tapal batas wilayah pemekaran juga tidak jelas karena tidak adanya berkas usulan pemekaran dan hanya klaim sepihak.

"Selama ini tidak pernah ada dilakukan pertemuan atau rapat besar terhadap usulan pemekaran, untuk berkas-berkas pengusulan pemekaran juga telah kami cari namun tidak kami ketemukan, inikan aneh"ujarnya.

Ali Darma yang didampingi oleh Iman Kampung dan anggota RGM serta aparatur desa lainnya mengaku kecewa terhadap pemekaran desa yang dilakukan atas inisiatif dewan, dan mengancam jika tidak ada penyelesaian terkait permasahan ini , aparatur desa akan mengembalikan SK mereka kepada pihak kecamatan.

Sementara Abdul Azis S.Pdi Imam Kampung mengatakan, pengancaman terhadap dirinya tersebut dilontarkan oknum dewan saat akan dilakukan penetapan batas batas kampung dalam sebuah rapat"Saya merasa di ancam dengan kata-kata seperti itu"katanya.

"Kami merasa tersinggung atas pengancaman terhadap Imam Kampung kami, yang merupakan ulama kami, tidak sepantasnya anggota dewan yang terhormat melontarkan kata-kata seperti itu" ungkap Subharin, anggota RGM Kampung Blang Kolak Satu.

"Intinya kami menilai, pemekaran yang dilakukan atas inisiatif anggota DPRK Aceh Tengah, tidak sesuai dengan keinginan masyarakat dan hanya sepihak"sebutnya seraya menambahkan pihaknya meminta pihak terkait meninjau Perbub pemekaran itu kembali agar tidak menimbulkan masalah baru dikemudian hari.

Komentar

Loading...