Unduh Aplikasi

Dinilai Hanya Peduli Kasus di Jawa, Komnas Anak Dikritik Mahasiswa Aceh

Dinilai Hanya Peduli Kasus di Jawa, Komnas Anak Dikritik Mahasiswa Aceh
Mahasiswa UTU Meulaboh Tuntut Pelaku Kekerasan Anak Segera Ditangkap
MEULABOH- Puluhan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU) Negeri Meulaboh yang tergabung dalam Gerakan Emergency Untuk Anak Aceh (GETAH) melakukan demontrasi menuntut polisi segera menangkap pelaku kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di Aceh Barat, Sabtu (10/10).

Dalam aksinya mereka juga mengkritik Komnas Perlindungan Anak yang hanya bersuara lantang untuk isu kekerasan anak di tingkat nasional. Sebaliknya, Komnas Perlindungan Anak dinilai "diam" terhadap kasus-kasus yang terjadi di daerah, khususnya kekerasan seks yang marak terjadi di Aceh beberapa waktu ini.

"Untuk Aceh saat ini ada 149 kasus kekerasan terhadap anak, dua di antaranya terjadi di Aceh Barat yaitu pemerkosaan di Arongan lambalek dan juga kasus siswa SD yang melahirkan," ujar Deni, koordinator aksi dalam orasinya.

Aksi tersebut dilakukan di dua lokasi, yaitu di Mapolres Aceh Barat dan di bundaran Simpang Pelor, kota Meulaboh. Mahaiswa juga membagikan selebaran berisi himbauan kepada masyarakat untuk peduli dan menjaga anak.

Selain itu, Deni juga menilai kehadiran Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (BP3A) tingkat provinsi dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak atau P2TPA yang ada di tiap kabupaten selama ini belum mampu menjadi solusi penyelesaian kekerasan seksual terhadap anak di Aceh.

Sementara itu Kapolres Aceh Barat, AKBP Teguh Priyambodo Nugroho SIK, usai menyambut para demonstran, kepada wartawan mengatakan pihaknya sangat serius menangani kasus kekerasan terhadap anak di Aceh barat.

"Ini sudah menjadi atensi di kepolisian untuk melindungi anak dari kekerasan," kata dia.

Teguh melanjutkan, dua kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di Aceh Barat saat ini sedang ditangani pihaknya.

"Ada dua kasus, yang satu diperkosa tiga pemuda, satu pelakunya sudah berhasil ditangkap dan divonis, (sedangkan) dua lagi sedang diburu," kata dia.

Sedangkan kasus satu lagi, lanjut nya, yaitu pemerkosaan yang dialami bocah SD di Kecamatan Johan Pahlawan yang menyebabkan korban hamil dan melahirkan. Menurut Kapolres, pelakuknya saat ini belum berhasil ditangkap, namun terus dilakukan perburuan.

Selain itu, kata dia, untuk mencegah berbagai jenis kekerasan terhadap anak, pihaknya melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak juga melakukan pendekatan pencegahan dengan melakukan sosialisasi terhadap anak.

| DARMANSYAH MUDA

Komentar

Loading...