Unduh Aplikasi

Dinilai Cacat Hukum, Gubernur Diminta Batalkan Pemenang Proyek Multiyears

Dinilai Cacat Hukum, Gubernur Diminta Batalkan Pemenang Proyek Multiyears
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA) meminta Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, membatalkan hasil penetapan pemenang paket multiyers yang sudah diumumkan melalui LPSE Aceh beberapa waktu yang lalu.

Koordinator Lembaga Pemantau Lelang Aceh, Nasruddin Bahar mengatakan alasan meminta membatalkan pemenang paket multiyears tersebut karena dinilai cacat hukum, dimana dokumen pemilihan tidak sesuai dengan Permen PUPR Nomor 14/2020 tentang standar dan pedoman pengadaan jasa konstruksi melalui penyedia.

Ia mengungkapkan dalam dokumen pemilihan terdapat banyaknya penambahan persyaratan yang tidak diatur dalam Permen PUPR 14/2020, dimana pada pasal 58 Ayat 3 penambahan persyaratan harus disetujui oleh Kepala Inspektorat dan dinas yang membidangi konstruksi dalam hal ini Kadis PUPR dan Kadis Pengairan Aceh.

“Secara administrasi Surat Persetujuan Kepala Inspektorat dan Surat Persetujuan Dinas PUPR wajib dilampirkan di dalam dokumen pemilihan sesuai dengan paket masing-masing, artinya ke 15 Dokumen Pemilihan paket multiyears yang ditender wajib dilampirkan kedua surat tersebut,” kata Nasrudin Bahar, Jumat (25/12).

Faktanya, dalam Dokumen Pemilihan Pokja tidak melampirkan surat persetujuan penambahan persyaratan yang dimaksud oleh Pasal 58 Ayat 3 Permen PUPR14/2020.

Artinya, kata Nasruddin Bahar, secara hukum Dokumen Pemilihan Paket MYC tidak memenuhi syarat administrasi yang konsekwensinya hasil penetapan pemenang batal demi hukum. 

“Kami mendesak Gubernur Aceh membatalkan hasil penetapan pemenang tender karena dinilai cacat hukum,” tegasnya.

Pada bagian lain, kata Nasruddin Bahar, perlu perbaikan isi dokumen dimana menyangkut tahun anggaran, dalam dokumen disebutkan Proyek multiyears dibiayai tiga tahun anggaran yaitu 2020, 2021 dan 2022, faktanya anggaran 2020 sudah tidak bisa lagi dicairkan anggarannya karena sudah melewati tahun anggaran.

“Pokja Pemilihan wajib mereviu kembali dokumen pemilihan sesuai dengan Tahun Anggaran yang berlaku yaitu Tahun anggaran 2021 dan 2022,” ujarnya.

Sebelumnya, 15 proyek tahun jamak atau multiyears yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2020 sudah selesai tender. Pantauan AJNN di laman LPSE Aceh, seluruh paket tahun jamak itu yang dilelang selesai pada Desember 2020.

Baca: PT Perapen Prima Mandiri Menang Dua Paket Multiyears

Menariknya, pemenang proyek-proyek yang anggarannya mencapai Rp 2,7 triliun itu tidak hanya berasal dari Aceh saja, namun juga ada dari luar, seperti Jakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan hingga Jawa Barat.

Adapun pemenang 15 proyek multiyears yang sudah selesai tender yakni:

1. Peningkatan Jalan Sinabang - Sibigo, pemenang PT. Aceh Lintas Sumatera, alamat Gampong Paya Baro, Teunom, Aceh Jaya, dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh dengan pagu Rp 83 miliar, dan nilai penawaran Rp 76.1 miliar.

2. Peningkatan Jalan Batas Aceh Selatan - Kuala Baru - Singkil - Telaga Bakti, pemenang PT Pirimbilo Permai, alamat Jl. Pakis Raya No. 88 LT.III Komp. Ruko Bojong Indah, Rawa Buaya-Cengkareng - Jakarta Barat, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, dengan Pagu Rp 72.6 miliar, dan nilai penawaran Rp 68.9 miliar.

3. Pembangunan Bendung D.I. Sigulai Kab. Simeulue, pemenang PT Perapen Prima Mandiri, alamat Jl. Gabus No. 41 D Gp. Bandar Baru, Kec. Kuta Alam, Kota Banda Aceh, di bawah  Dinas Pengairan Aceh, dengan pagu Rp 174.3 miliar, dan nilai penawaran Rp 178.4 miliar.

4. Peningkatan Jalan Nasreuhe - Lewak - Sibigo, pemenang PT. Flamboyan Huma Atra, alamat JL. Fatahillah IV NO. 1 - Banda Aceh, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, dengan pagu Rp 165.0 miliar, dan nilai penawaran Rp  144.6 miliar.

5. Peningkatan Jalan Trumon - Batas Singkil (Segmen II), pemenang PT. Sapta Unggul, Alamat Jalan Gajah Mada No. 55, Palu, Sulawesi Tengah, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, dengan pagu Rp 139.9 miliar, dan nilai penawaran Rp 120.9 miliar.

6. Peningkatan Jalan Trumon - Batas Singkil (Segmen I), pemenang PT. Wirataco Mitra Mulia, alamat Jl. T. Umar No. 100 Gampong Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan Meulaboh - Aceh Barat, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, dengan pagu Rp 139 miliar, dan nilai penawaran Rp 129.4 miliar.

7. Peningkatan Jalan Batas Aceh Timur - Pining - Blangkejeren, PT Gunakarya Nusantara, Alamat Jl.Suryalaya Xviii No.15, Cijagra,Lengkong, Bandung, Jawa Barat, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh dengan pagu Rp 181.8 miliar, dan nilai penawaran Rp 178 miliar.

8. Peningkatan Jalan Blangkejeren - Tongra - Batas Aceh Barat Daya, pemenang PT. Telaga Megabuana, alamat Jl. Rawamangun No. 31 Rawasari Jakarta Pusat, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, dengan pagu Rp 396 miliar, dan nilai penawaran Rp 387 miliar.

9. Peningkatan Jalan Jantho - Batas Aceh Jaya, pemenang PT. Perdana Dinamika Persada, alamat Jl. P. Nyak Makam Komp. Pertokoan No. Gp. Lambhuk Kec Ulee Kareng - Banda Aceh, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, dengan pagu Rp 148.5 miliar, dan nilai penawaran Rp 141.9 miliar.

10. Peningkatan Jalan Batas Gayo Lues - Babah Roet, pemenang PT. Delta Batarajaya Jasa Konstruksi, alamat Jln. Perintis Kemerdekaan KM.9 No. 36 Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, dengan nilai pagu Rp 125 miliar, dan nilai penawaran Rp 117 miliar.

11. Peningkatan Jalan Batas Aceh Timur - Kota Karang Baru, pemenang PT. Mon Mata Raya, alamat Jl. Sumber Alam No. 14 Lambaro Skep, Kuta Alam Kota Banda Aceh, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, dengan pagu Rp 69.8 miliar, dan nilai penawaran Rp 59 miliar.

12. Peningkatan Jalan Peureulak - Lokop - Batas Gayo Lues (Segmen 3), pemenang PT Wanita Mandiri Perkasa, alamat Jalan Danau Semayang Blok B III No 101 Bendungan Hilir Tanah Abang, Jakarta Pusat, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, dengan nilai pagu Rp 223 miliar, dan nilai penawaran Rp 204,2 miliar.

13. Peningkatan Jalan Peureulak - Lokop - Batas Gayo Lues (Segmen 2), pemenang PT. Sumbersari Ciptamarga, alamat Jl. Woltermonginsidi No. 14d, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, dengan nilai pagu Rp 205 miliar, dan nilai penawaran Rp 172.8 miliar.

14. Peningkatan Jalan Sp. Tiga Redelong - Pondok Baru - Samar Kilang, pemenang PT. Galih Medan Persada, alamat Jl Albaidho No 18a, Graha Galih Group 2th Floor, Lubang Buaya Cipayung - Jakarta Timur, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, dengan nilai pagu Rp 252.6 miliar, dan nilai penawaran Rp 228.2 miliar.

15. Peningkatan Jalan Peureulak - Lokop - Batas Gayo Lues (Segmen 1), pemenang PT. Perapen Prima Mandiri, alamat Jl. Gabus No. 41 D Gp. Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh, dengan nilai pagu Rp  201.9 miliar, dan nilai penawaran Rp 183.4 miliar.

Komentar

Loading...