Unduh Aplikasi

Dinilai Cacat Hukum, Alumni Minta Mubes IKA UTU Dibatalkan

Dinilai Cacat Hukum, Alumni Minta Mubes IKA UTU Dibatalkan
Foto: Net

BANDA ACEH - Ketua Alumni Fakultas Fisip dan Ketua Alumni Fakultas Perikanan Universitas Teuku Umar Kabupaten Aceh Barat meminta pihak rektorat untuk membatalkan Musyawarah Besar Alumni Universitas Teuku Umar (UTU) yang akan digelar pada 6 Desember 2020.

Ketua Alumni Fisip UTU, Nurdin mengatakan sasar pembentukan panitia tidak ada musyawarah bersama enam Ketua Fakultas se-Universitas Teuku Umar.

Administrasi kegiatan Mubes UTU dinilai cacat hukum," kata Nurdin didampingi Ketua Alumni Perikanan, Deri Dermawan, Senin (30/11).

Dimana, kata Nurdin, SK Pengurus IKA UTU periode yang lalu sudah berakhir pada tahun 2019 dan sudah demisioner. Kemudian dasar pembentukan PJ Ketua IKA UTU tanpa musyawarah bersama enam Ketua Fakultas se-Universitas Teuku Umar.

"Kami meminta dipublikasi nama-nama alumni yang mengusulkan PJ Ketua IKA UTU, dinilai tidak memenuhi kuota dari jumlah alumni keseluruhannya," tegasnya.

Bahkan, kata Nurdin, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) IKA UTU tidak pernah dipublikasi, terkesan ada kepentingan pihak tertentu dan tidak netral dalam proses Mubes tahun ini.

Atas dasar poin-poin tersebut, pihaknya menolak keras dan segera dibatalkan kegiatan mubes yang rencananya dilaksanakan di Grand Leuser Hotel, Kabupaten Aceh Barat Daya, pada 6 Desember 2021, dan dikembalikan pemilihannya di Universitas Teuku Umar di Alpen Kabupaten Aceh Barat. 

"UTU harus bertanggung jawab untuk proses penyusunan ulang konsep pemilihan yang sesuai kesepakatan enam Ketua Fakultas se-Universitas Teuku Umar beserta perwakilan alumni UTU. Dikarenakan UTU bahagian tidak terpisahkan dari Ikatan Keluarga Alumni UTU," ujarnya.

Komentar

Loading...