Unduh Aplikasi

Dinas PUPR Pidie Janji Perbaiki Jalan di Gampong Meunasah Baro Tahun Ini

Dinas PUPR Pidie Janji Perbaiki Jalan di Gampong Meunasah Baro Tahun Ini
Kondisi jalan di Gampong Meunasah Baro, yang amblas tak kunjung diperbaiki. Foto: AJNN.Net/Salman

PIDIE - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie menanggapi keluhan masyarakat terkait amblasnya badan jalan di Gampong Meunasah Baro, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie akibat dikikis tebing Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Tiro.

Kepala bidang program Dinas PU PR Pidie, T Mahriza kepada AJNN, Jum'at (4/10) mengatakan, badan jalan yang amblas di Gampong Meunasah Baro akan mulai dibangun pada akhir Oktober 2019 ini. Bahkan, pembangunan tersebut telah dimasukan dalam rencana kerja (Renja) berdasarkan usulan masyarakat.

Baca: Sudah Setahun Jalan Amblas di Gampong Meunasah Baro Tak Kunjung Diperbaiki

"Karena usulan masyarakat, kita masukan dalam Renja untuk diusulkan dalam pembahasan APBK-Perubahan 2019," ujarnya.

Mahriza menyebutkan, anggaran pembangunan jalan amblas senilai Rp 195 juta dengan item pekerjaan meliputi, pembangunan tembok pengaman badan jalan kemudian penimbunan dan lapisan pengerasan dengan panjang sekitar 35 meter.

"Akhir Okteber ini sudah mulai mulai dikerjakan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, badan jalan di Gampong Meunasah Baro, Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie sudah amblas hampir setahun lalu, namun hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah.

Keuchik Gampong Meunasah Baro, Kecamatan Kembang Tanjong, Ridwan kepada AJNN, Rabu (2/10) mengatakan, amblasnya sebagian badan jalan yang terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tiro telah terjadi akhir tahun lalu dan sudah pernah menyampaikan kepada pemerintah setempat.

"Kondisi badan jalan amblas sudah pernah kami sampaikan kepada camat setempat. Malahan dalam Musrembang tingkat kabupaten juga sudah kami sampaikan" ujarnya.

Ridwan menuturkan, jalan tersebut merupakan jalur transportasi menuju pasar Pasi Ie Leube yang sering dilalui oleh warga lokal maupun luar. Akibat kondisi sebagian badan jalan amblas sehingga warga terpaksa harus melewati jalur lain yang lumanyan jauh.

"Untuk kenderaan roda empat tidak bisa dilalui lagi, jikapun dipaksakan untuk dilalui maka dikutirkan badan jalan akan ambruk lebih meluas lagi," kata Ridwan.

Komentar

Loading...