Unduh Aplikasi

Diminta Tutup, Bandara SIM Masih Tunggu Jawaban Kemenhub

Diminta Tutup, Bandara SIM Masih Tunggu Jawaban Kemenhub
Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang. Foto: Net

BANDA ACEH - Pihak Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang masih menunggu keputusan dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait permintaan Bupati Aceh Besar untuk menutup bandara sementara waktu.

Manager of Airport & Service Bandara SIM, Surkani mengatakan, sesuai dengan surat dari Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bernomor HK.104/3/1/DRJU.KUM-2020, keputusan buka atau tutup bandara berada di bawah kewenangan mereka.

Untuk hari ini aktifitas di Bandara SIM masih berjalan normal seperti biasanya. Pihaknya sedang menunggu jawaban atau kebijakan dari Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub.

"Sekilas kami bicara regulasi. Surat Pak Bupati juga ke Dirjen. Kami kan menunggu jawaban dari Dirjen, baru bisa eksekusi," kata Surkani saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (28/3).

Baca: Bupati Aceh Besar Minta Bandara SIM Ditutup

Kemudian, kata Surkani, PT Angkasa Pura II selaku operator bandara juga akan mengikuti keputusan Ditjen Perhubungan Udara selaku regulator penerbangan sipil di Indonesia.

Surkani menjelaskan, keputusan buka atau tutup bandara tentunya diperhitungkan secara matang oleh berbagai pihak, dengan juga melihat peran suatu bandara di suatu wilayah.

"Sampai saat ini bandara masih beroperasi normal dalam melayani penerbangan," ujarnya.

Surkani menegaskan, jika nantinya sudah keluar kebijakan terbaru dari Kemenhub terkait dengan operasional bandara, maka akan segera dijalankan.

Sementara itu, Executive General Manager Bandara SIM, Indra Gunawan menyampaikan, sesuai hasil rapat koordinasi terbatas yang dihadiri oleh Dinas Perhubungan Provinsi, Danlanud SIM, Airnav Indonsesia, maskapai penerbangan dan ground handling agent, penerbangan saat ini sangat diperlukan untuk pengiriman sample Covid-19 ke Litbangkes Jakarta.

"Penerbangan juga diperlukan untuk pengiriman logistik, alat-alat kesehatan, kargo dan pos," sebut Indra.

Bandara SIM, tambah Indra, juga masih melayani penerbangan dan beroperasi dengan operasi minimum, pergerakan pesawat dan penumpang yang datang serta berangkat melalui bandara SIM saat ini sudah berkurang lebih dari 50 persen dibandingkan kondisi normal.

Komentar

Loading...