Unduh Aplikasi

Dikritik Tak Serius Tangani Covid-19, Pemkab Bener Meriah: Jangan Lihat dari Jauh

Dikritik Tak Serius Tangani Covid-19, Pemkab Bener Meriah: Jangan Lihat dari Jauh
Kabag Humas dan protokoler Sekdakab Bener Meriah, Wahidi. Foto: Ist

BENER MERIAH - Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengatakan bahwa semua yang terlibat dalam upaya penanganan Pandemi Covid-19 sudah bekerja maksimal. Selain itu, Pemkab melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 kabupaten tidak pernah menyembunyikan setiap informasi dan data terkait Covid-19 diwilayahnya.

"Tidak ada informasi dan data yang tidak kami sampaikan, semua bisa dilihat dan dibaca di berbagai media, baik online, cetak atau pun elektronik. Selain itu tim telah bekerja secara maksimal. Mari saling bahu membahu, jadi kalau ada yang kurang mari diperbaiki secara bersama - sama," ujar Kabag Humas dan Protokol Sekdakab, Wahidi kepada AJNN, Rabu (13/5) di Redelong.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Informasi dan Publikasi pada Gugus Tugas Covid-19 Bener Meriah tersebut juga meminta jangan sampai kesalahan yang belum tentu kebenarannya, dijadikan sebagai alasan untuk menghakimi Tim Gugus Tugas Covid-19. Ia meminta pihak yang melakukan kritik untuk melihat dari jarak dekat apa yang dilakukan oleh tim siang dan malam.

"Jangan lihat dari jarak jauh, apalagi hanya mendengar dari sumber yang tidak jelas agar tidak terjadi gagal faham," ucap Wahidi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bener Meriah, Iswahyudi Haryono mengatakan pihaknya menampung semua warga yang mengaku pernah kotak dengan BN(23) santri Temboro. Dari pendataan itu diperoleh jumlah total semuanya 45 orang. Jumlah ini sudah termasuk keluarga dekat dan warga.

Namun menurutnya, sebelum melakukan pengambilan swab, petugas kembali melakukan interview atau wawancara dengan warga atau keluarga tersebut. Hasil wawancara ternyata tidak semuanya pernah kontak akan tetapi hanya sekedar jumpa atau hanya sekedar berbicara dari kejauhan.

Karena hal tersebut, mereka tidak jadi dilakukan pengambilan swab. Total yang harusnya di swab adalah 29 orang. Pada hari pertama adalah 15, kemudian kembali dilakukan pengembangan yang pernah kontak langsung dengan BN berjumlah 14 orang

"Untuk yang 14 orang ini sebelum dilakukan pengambilan swab, petugas kami telah memberitahukan kepada yang bersangkutan bahwa mereka diambil swab," ungkap Iswahyudi.

Saat hari pengambilan swab di RSUD Muyang Kute, hanya 5 orang yang hadir, sedangkan 9 orang lagi tidak hadir. Untuk yang belum di swab sebanyak 9 orang ini, pihaknya sudah koordinasikan dengan dinas kesehatan provinsi bagaimana tindak lanjutnya.

Sementara itu KasatPol PP/WH Bener Meriah, Mahmuddin mengatakan Pemerintah Bener Meriah sudah maksimal melaksanakan penanganan dan pencegahan COVID-19. Dari semua lini, Satpol-PP/WH bahkan telah menempatkan anggota satpol PP dan WH pada pos perbatasan Blang Rakal Kecamatan Pintu Rime Gayo, Pos Seni Antara Kecamatan Permata, Pasar Pekan dan Pasar Tumpah.

Baca: Pemkab Bener Meriah Dianggap tak Serius Tangani Covid-19

Para petugas ini secara rutin mengimbau masyarakat Kabupaten Bener Meriah untuk melaksanakan Sosial Distancing dan Physical Distancing, memakai masker dan menjaga ketertiban umum.

"Jadi sangat keliru kalau ada para pihak yang mengatakan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah tidak serius menangani COVID 19, sekali lagi kami mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bener Meriah untuk melaksanakan pencegahan CoVID 19 dengan selalu menjaga jarak, memakai masker apa bila keluar rumah, menghindari keramaian dan berkumpul," ujar Mahmudin.

Terkait pasar hari pekan dan pasar tumpah yang beberapa waktu lalu sempat dilarang, Kadis Perdagangan Bener Meriah, Nurisman mengatakan bahwa pemerintah dan sejumlah pihak terkait bersepakat untuk tetap mengizinkan pasar tradisional beroperasi selama masa pandemi Covid-19.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, Kepala BNPB, Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) dengan Komisi VI DPR RI beberapa waktu yang lalu.

Pasar rakyat diharapkan tetap beroperasi dengan mengedepankan kebersihan pasar, pedagang dan pembeli, menerapkan physical distancing, serta mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, agar dapat mengurangi penyebaran Covid-19.

Sejumlah ketentuan untuk pelaksanaan pasar rakyat selama pandemi Covid-19 yaitu menjaga jarak saat interaksi antara pedagang dan pembeli, wajib menggunakan masker, face shield, sarung tangan, dan penyediaan tempat cuci tangan.

Standar kebersihan berkala menggunakan disinfektan dan membersihkan lapak/kios. Selanjutnya mengoptimalkan ruang terbuka untuk berjualan apabila diperlukan. Kemudian pembatasan jumlah pengunjung dengan memperhatikan jaga jarak fisik. Untuk jam operasional pasar diserahkan kepada pemda.

"Pemerintah pusat dan daerah menjaga pasokan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pemda sendiri diminta melakukan sosialisasi dan monitoring terkait hal tersebut," ujarnya.

Realisasi APBK AJay

Komentar

Loading...