Unduh Aplikasi

Dikabarkan Jadi Budak, Keberadaan Nelayan Aceh Barat Tak Terdeteksi

Dikabarkan Jadi Budak, Keberadaan Nelayan Aceh Barat Tak Terdeteksi
Agus Salim dan putrinya. Foto: istimewa
ACEH BARAT - Hingga saat ini, Agus Salim (51), nelayan asal Desa Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, masih tak terlacak keberadaannya. Agus menghilang sejak November 2015 dan hanya satu kali berbicara dengan keluarganya di Aceh.

Halimah (47), istri korban, kepada AJNN mengatakan suaminya itu sempat menghubungi mereka lewat telepon dan mengabarkan keberadaannya dalam tahanan perusahaan perikanan di India.

"Setelah dulu dia menelepon pamannya Githa, adik ipar saya, hingga sekarang tidak ada kabar lagi. Saya sudah tidak tahu bagaimana melacaknya lagi," kata Halimah sambil meneteskan air mata.

Menurut Halimah, belum lama ini Panglima Laot Aceh Barat, Amiruddin pernah memberitahukan keluarganya jika kedutaan RI di India pernah melacak alamat yang disebut oleh Agus. Namun tidak ditemukan.

Baca: Warga Aceh Jadi Budak di India

Dengan kondisi tersebut, kata Halimah, dirinya merasa bertanya-tanya terhadap orang yang pernah menghubungi mereka itu yang mengaku sebagai suaminya.

"Kalau memang itu orang lain, saya rasa juga tidak mungkin. Apa tujuan orang itu menghubungi kami. Saya masih merasa yakin itu ayahnya Ghita, apalagi waktu itu dia bilang wajahnya mengalami cacat karena luka setelah tenggelam dari boat," ungkap Halimah.

Baca: Agus Salim Diduga Berada di Daerah Tagatar India

Halimah meyakini hal ini berdasarkan mimpi seorang anaknya yang melihat wajah sang ayah rusak karena luka. Seseorang yang mengaku Agus juga mengatakan hal sama lewat saluran telepon.

Agus diperkirakan terkatung-katung di laut setelah perahunya rusak. Dia diselamatkan oleh nelayan asing dan menjadi korban perdagangan manusia.

Komentar

Loading...