Unduh Aplikasi

Dijamin Pemkab Simeulue, Pengadilan Tipikor Alihkan Status Lima Terdakwa Korupsi

Dijamin Pemkab Simeulue, Pengadilan Tipikor Alihkan Status Lima Terdakwa Korupsi
Salah satu pejabat PUPR Simeulue ditahan pihak penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh. Foto; AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Lima terdakwa korupsi pemeliharaan jalan dan jembatan kabupaten Simeulue dialihkan status tahanannya menjadi tahanan rumah.

Kelima terdakwa dialihkan status tahanannya yakni Ir. Ali Hasmi sebagai Kadis PUPR Simeulue, Iis Wahyudi panitia penerimaan pengadaan barang, Dedi Alkana dan Afif Limon selaku kasi pemeliharaan jalan jembatan Bina Marga dan juga PPTK. Serta Bereueh Firdaus sebagai Kabid Bina Marga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)

Humas Pengadilan Negeri Banda Aceh, Sadri mengatakan sebelumnya para terdakwa mengajukan pengalihan tahanan melalui kuasa hukumnya kepada majelis hakim dan telah dikabulkan.

"Bukan ditangguhkan tetapi dialihkan dari tahanan Rutan menjadi tahanan rumah," kata Sadri, Jumat (19/2).

Baca: Lima Pejabat PUPR Simeulue Didakwa Korupsi Rp 5,7 Miliar

Pertimbangan pengalihan tahanan para terdakwa dikabulkan hakim setelah pihak keluarga, kuasa hukumnya dan Pemerintah Simeulue menjamin para terdakwa tetap kooperatif mengikuti proses persidangan.

"Ada juga surat dari Pemerintah Simeulue yang menjamin ke lima terdakwa selain pihak keluarga dan kuasa hukumnya bahwa para terdakwa tidak akan melarikan diri dan tetap kooperatif," ujarnya.

Sebelumnya, lima terdakwa didakwa oleh penuntut umum melakukan tindak pidana korupsi sehingga merugikan keuangan negara dalam paket pekerjaan rehabilitasi jalan dan jembatan dari anggaran APBK 2017 senilai Rp 10,7 miliar lebih.

Ke lima terdakwa melakukan perbuatan menguntungkan diri sendiri atau suatu korporasi dengan menyalahgunakan kewenangannya. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 2 dan pasal 3 Jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999  yang diubah menjadi  UU nomor 2001 tentang tidak pidana korupsi.

Komentar

Loading...