Unduh Aplikasi

Diguyur Hujan, Pengungsi Beranikan Diri Tidur di Rumah

Diguyur Hujan, Pengungsi Beranikan Diri Tidur di Rumah
Kondisi tempat pengungsian korban gempa di Pidie Jaya terendam air. Foto:Muksal Mina

PIDIE JAYA - Setelah diguyur hujan lebat, Minggu (18/12) malam, pegungsi yang belum berani tidur di rumah masing-masing karena takut terjadi gempa susulan terpaksa harus memberanikan diri tidur di rumahnya.

"Semua orang balik kerumah mereka karena diguyur hujan lebat semalam. Tidak ada tempat tidur, walaupun dibawah tenda, tendanya pun kayak mau terbang. Jadi mau tidak mau harus berani tidur di rumah masing-masing," ujar seorang pengungsi di Kemukiman Lancok, Kecamatan Bandar Baru, Jannatun kepada AJNN, Senin (19/12).

Sementara itu, pantauan AJNN dibeberapa titik pengungsian, banyak pengungsi saat ini sudah mulai berani pulang kerumah masing-masing seiring dengan mulai redanya gempa susulan. Tetapi sebagian warga yang rumahnya rusak berat akibat di guncang gempa masih bertahan di lokasi pengungsian.

Namun tidak sedikit masyarakat yang lebih memilih mendirikan tenda di halaman rumah mereka masing-masing.

"Kayaknya gempa susulan mulai reda, makanya kami beranikan diri untuk tidur dirumah," kata Maulidar, salah seorang pengungsi di Kecamatan Pante Raja.

"Yang hana le rumoh ho tameuwoe man, ken payah taduek bak mengunsi sit, (yang tidak ada lagi rumah mau pulang kemana memang, kan terpaksa harus tinggal dipengungsian)," kata pengungsi lainnya.

Komentar

Loading...