Unduh Aplikasi

Diduga Tidak Ditangani, Pasien RSUCND Meulaboh Melahirkan di Kamar Mandi

Diduga Tidak Ditangani, Pasien RSUCND Meulaboh Melahirkan di Kamar Mandi
Cut Vivi Utami terbaring lemas pasca melahirkan di kamar mandi. Foto: AJNN.Net/Darmasyah Muda

ACEH BARAT - Cut Vivi Ridha Utami (29), warga Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, terpaksa melahirkan dikamar mandi ruang bersalin, Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSUCND) Meulaboh pada Rabu (15/1) malam.

Insiden melahirkannya pasien di kamar mandi rumah sakit, diduga terjadi karena tidak segera mendapat tindakan medis dari bidan yang bertugas di ruangan tersebut.

Menurut keluarga korban, Nurhabibi (52), keponakannya itu memang sudah mengerang kesakitan dan terlihat sudah ada tanda-tanda melahirkan. Namun, saat diberitahukan kepada bidan, sang paramedis justeru menyampaikan jika pasien sudah diperiksa sekira dua jam sebelumnya.

"Melahirkannya sekitar pukul sepuluh malam. Namun pastinya saya tidak lihat jam, tapi tiba-tiba saat dikamar mandi pasien langsung melahirkan bayinya," kata Nurhabibi, kepada wartawan.

Disebutkannya, sebelum Vivi melahirkan, petugas jaga sempat berganti sif. Saat pergantian sif tersebut pihaknya sempat menyampaikan kembali kondisi pasien, tapi bidan tersebut mengatakan kepada pihak keluarga menunggu sampai infus pasien habis.

Sayangnya infus belum habis, kata dia, anak ketiga dari pasangan Sudirman dan Cut Vivi Utami ini melahirkan dikamar mandi dengan posisi bayi terjatuh dilantai.

"Kalau ada cidera atau tidak, kami tidak tahu pasti karena bayi langsung dibawa keruangan rawat anak. Bibir terlihat sedikit merah sih," ungkap Nurhabibi.

Sementara itu, Sudirman, suami dari Vivi mengungkapkan kekecewaannya atas pelayanan rumah sakit pemerintah itu, lantaran merasa diabaikan oleh petugas ruangan saat mereka menyampaikan keluhan.

Padahal, kata Sudirman, saat itu ada pasien yang baru masuk langsung dibawa ke kamar tindakan, sedangkan istrinya yang telah terlihat tanda-tanda melahirkan tidak segera ditangani.

"Apa karena kami miskin sehingga tidak diperdulikan. Padahal kami masuk sudah dari pagi. Ada yang baru masuk langsung dibawa ke ruang tindakan, meski tidak terlihat tanda-tanda hendak melahirkan," keluh Sudirman.

Hingga berita ini diunggah, AJNN belum berhasil mengkonfirmasi pihak RSUCND Meulaboh.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...