Unduh Aplikasi

Diduga Pungli Bantuan Rumah Layak Huni, Keuchik di Aceh Jaya Dipolisikan

Diduga Pungli Bantuan Rumah Layak Huni, Keuchik di Aceh Jaya Dipolisikan
Bripka Samsuar saat mengambil keterangan dari keuchik Gampong Gle Putoh, di Mapolsek Panga. Foto: AJNN/Suar.

ACEH JAYA - Sejumlah warga Desa Gle Putoh, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya melaporkan Keuchik Gampongnya ke kepolisian sektor (Polsek) Panga, Selasa (22/9).

Keuchik Gampong Gle Putoh, M.Dewi RS dipolisikan karena dianggap sudah berbohong serta mengutip uang sebanyak Rp 3 juta dari calon penerima rumah bantuan layak huni di gampong setempat.

"Iya benar, kita laporkan pak keuchik karena hingga saat ini rumah yang dijanjikan tersebut tak kunjung ada," kata salah satu warga Gampong Gle Putoh, Musliadi (26) yang ikut menyerahkan uang sebesar Rp 3 juta untuk mendapatkan rumah bantuan layak huni.

Katanya, dirinya bersama 6 kepala keluarga (KK) lainnya diminta uang oleh Keuchik untuk bisa mendapatkan bantuan rumah bantuan layak huni dari provinsi Aceh.

"Uang itu diminta pada hari ke 27 puasa Ramadhan tahun 2020 . Dan Keuchik menjanjikan jika uang sebesar Rp 3 juta tersebut dapat diberikan maka pada hari ke 20 lebaran puasa tahun 2020 rumah bantuan layak huni akan langsung dibangun," ungkap Musliadi.

Oleh sebab itu dirinya bersama sejumlah korban lainnya melaporkan perihal ini kepada pihak Polsek Panga untuk diungkap.

"Saya pribadi tidak mau uang itu dikembalikan, tapi saya mau ada rumah bantuan, lagian kenapa baru sekarang ketika kita sudah laporkan ke polisi baru ingin mengembalikan uangnya, kemarin-kemarin engak ngomong apa-apa," tegas Musliadi.

Sementara itu, Kapolsek Panga, Iptu Samsul, melalui Kanit Reskrim Polsek Panga, Bripka Samsuar membenarkan jika pihaknya saat ini sedang menyelidiki kasus terkait pungutan bantuan rumah layak huni di desa Gle Putoh, Kecamatan Panga terhadap 6 KK dengan jumlah sebesar Rp. 3 juta per KK.

"Iya benar, saat ini sedang kita selidiki apakah ada unsur penipuan atau ada penggelapan ataupun pungli," Bripka Samsuar

"Jadi untuk unsur pidananya saat ini sedang kita selidiki," pungkasnya.

 

Komentar

Loading...