Unduh Aplikasi

Diduga Pukul Warga, Bupati Aceh Barat Dipolisikan

Diduga Pukul Warga, Bupati Aceh Barat Dipolisikan
Potongan bukti lapor. Foto: Ist

ACEH BARAT - Bupati Aceh Barat, Ramli MS, dilapokan ke polisi oleh Zahidin (40) warga Desa Darul Ikhsan, kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan atas dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Ramli pada Selasa, (18/2) sore sekitar pukul 18.00 WIB.

Dugaan penganiayaan atas korban bernama Zahidin tersebut terjadi di pendopo bupati saat korban menjumpai Ramli MS untuk menagih hutang.

Laporan tersebut disampaikan Zahidin, di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat sekira pukul 20.00 WIB, dengan Nomor Surat Tanda Bukti Lapor BL/29/II/2020/ACEH/RES ABAR/SPKT.

Berdasarkan keterangan kepada pihak kepolisian, pada selasa 18 Februari 2020 sekira pukul 18.00 WIB, Zahidin bersama rekannya Safrizal dan Azis mendatangi Pendopo Bupati Aceh Barat, guna menemui Ramli MS.

Kedatangan Zahidin ke Pendopo Bupati Aceh Barat guna menagih hutang sebesar 279 juta rupiah. Namun di saat sedang berdebat orang nomor satu di Aceh Barat itu memukul Zahidin.

Ramli MS selaku terlapor, dalam surat laporan itu disebut-sebut memukul pelapor dibagian kiri wajahnya menggunakan tangan.

Dan setelah itu salah seorang rekan Ramli MS melempar kursi besi ke arah Zahidin sehingga mengenai tulang rusuk kirinya. Akibat kejadian tersebut, Zahidin selaku korban mengalami luka memar di bagian pipi dan rusuk kiri.

Sementara itu Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Amril Nuthihar, membantah adanya kasus pemukulan yang dilakukan oleh Bupati Aceh Barat Ramli MS terhadap Zahidin

“Bupati tidak melakukan pemukulan terhadap Zahidin, itu berdasarkan keterangan yang saya peroleh dari saksi yang ada di lokasi saat kejadian,” kata Amril.

Amril menjelaskan, ia tidak tahu tujuan pasti dari kedatangan Zahidin bersama rekannya lantaran saat itu ia tidak berada di lokasi.

Amril menyebutkan kedatangan korban bersama rekannya saat itu hanya bertamu biasa, seperti warga lainnya mengingat, Pendoo Bupati selama ini memang terbuka 24 jam bagi siapapun yang datang ke tempat itu.

“Kalau di Pendopo memang sudah biasa ada warga datang siapapun karena on house 24 jam. Jadi siapapun ke situ mau makan juga tidak masalah. Jadi saya tidak tahu kalau itu masalah apa,” ungkapnya.

Hingga berita ini diunggah AJNN belum berhasil memperoleh informasi dari pihak Kepolisian atas peristiwa tersebut. Sementara itu Zahidin saat dihubungi, menolak memberi keterangan terhadap kronologi lebih lanjut, dan mengaku masih sakit akibat pemukulan itu.

“Maaf saya tidak sanggup bicara lantaran masih sakit sekali,” kata Zahidin.

Iklan Pemutihan BPKB- Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...