Unduh Aplikasi

Diduga Korupsi Rp360 Juta, Keuchik dan Bendahara Ujung Pancu Lhokseumawe Ditahan

Diduga Korupsi Rp360 Juta, Keuchik dan Bendahara Ujung Pancu Lhokseumawe Ditahan
Perangkat Gampong Ujung Pancu Lhokseumawe Ditahan penyidik Kejari Lhokseumawe. Foto: Ist

BANDA ACEH - Keuchik dan Bendahara Gampong Ujung Pancu ditahan penyidik Kejari Lhokseumawe karena diduga melakukan korupsi dana desa tahun anggaran 2019.

Penahanan keuchik berinisial MH dan bendaharanya ES dilakukan pada Kamis (15/10) setelah penyidik menetapkan keduanya tersangka.

Kajari Lhokseumawe, Mukhlis melalui Kasi Intelijen, Miftah menyebutkan penahanan terduga korupsi dana desa tersebut dilakukan agar tersangka tidak kabur dan menghilangkan barang bukti.

"Penahanan lakukan guna kepentingan pemeriksaan, kita khawatir tersangka kabur, sehingga kita lakukan penahanan selama 20 hari kedepan guna penyidikan," kata Miftah, Jumat  (17/10).

Ia menyebutkan tersangka MH dan ES melakukan tindak pidana korupsi penggunaan dana desa senilai Rp360 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) 2019 sebesar Rp1,8 miliar.

Dalam pengelolaan keuangan dana gampong tersebut, kata Miftah tidak sesuai dengan mekanisme dan tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh kedua tersangka baik secara administrasi maupun secara fisik.

"Ada beberapa pekerjaan fisik tidak selesai dikerjakan, tapi dananya sudah dicairkan 100 persen," ujarnya.

Sebelumnya, lanjut Miftah, kedua oknum perangkat gampong tersebut pernah diminta untuk mengembalikan dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh pihak inspektorat. Namun, mereka tidak mampu sehingga diserahkan ke penyidik untuk dilakukan pengusutan,

"Dari hasil perhitungan inspektorat ada kerugian negara sebesar Rp360 juta. Kedua tersangka MH dan ES dititipkan di sel tahanan Mapolres Lhokseumawe," ungkap Kasi Intelijen Kejari Lhokseumawe, Miftah.

Komentar

Loading...