Unduh Aplikasi

Diduga karena Utang Piutang Warga Aceh Barat Tewas Dibunuh di Nagan Raya

Diduga karena Utang Piutang Warga Aceh Barat Tewas Dibunuh di Nagan Raya
Ilustrasi korban pembunuhan: Foto: SINDOnews.

ACEH BARAT -  Khairul Ambya (27) Warga Gampong Lhok Bubon, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat ditemukan tewas bersimbah darah tepatnya di Jalan Irigasi, lorong Pang Bismi, Dusun Beringin Jaya, Simpang Puet Kecamatan Kuala, Nagan Raya. Mayat Khairul ditemukan pada Jumat, (16/7/2021) malam sekira pukul 21.40 WIB.

Tak butuh waktu lama setelah mayat korban Khairul Ambya ditemukan, pada Sabtu, (17/7/2021) sekira pukul 00.45 WIB atau dinihari Satuan reserse dan kriminal (Satreskrim) Polres setempat berhasil meringkus dua pelaku yang diduga menghabisi korban dengan sangkur.

Kedua terduga pelaku tersebut yaitu RM (21) dan RC (21) warga Gampong Simpang Peut, Kecamatan Kuala, Kabupaten Nagan Raya.

Kepala Polres Nagan Raya, AKBP Risno SIK, melalui Kepala Satreskrim, AKP Machfud, mengatakan bahwa tersangka berhasil diamankan dilokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat kedua pelaku keluar dari persembunyiannya.

"Saat polisi mengamankan pelaku, pelaku saat itu sempat berusaha bersembunyi di rumah salah seorang warga usai membunuh korban. Pada saat itu Polisi terus mencari informasi dari warga sekitar, dan didapatkan informasi dari warga tentang pelaku telah diamankan di rumah Nanyan (54) warga Desa Ujong Pasi," ungkap AKP Machfud.

Menurut Machfud, saat itu pelaku yang bersembunyi mengira sudah tidak lagi ada polisi dan saat Polisi melihat keduanya langsung ditangkap tanpa perlawanan.

Adapun kronologis tewasnya korban, kata dia, ditengarai (diduga) karena permasalahan  hutang yang tagih oleh korban Khairul Ambya kepada pelaku RM sebesar Rp1 juta.

Hutang tersebut, kata dia, merupakan penjualan telepon genggam merek Iphone kepada pelaku RM dua minggu sebelumnya.

Menurut Machfud, sebelum kejadian korban dibunuh oleh RM dan RC. Korban bersama rekannya Edi Saputra berangkat dari Darul Makmur, Kecamatan Alue Bilie kekira pukul 16.00 WIB ke Desa Simpang Peut menuju rumah pelaku RM. Namun saat itu RM tidak berada di rumah.

"Karena pelaku RM tidak di rumah korban dengan Edi Saputra ke Meulaboh, rumah rekannya Tarmizi. Sekira pukul 19.00 WIB, korban bersama kedua rekannya yang merupakan saksi ini, menuju kembali ke Desa Simpang Peut menjumpai pelaku RM. Kemudian, korban bersama rekannya berhasil bertemu RM," ungkapnya.

Saat korban bertemu pelaku RM, pelaku beralasan  akan mengambil uang tersebut pada kepala tukang tempat pelaku bekerja. Lalu pada saat itu pelaku dan korban yang pergi, sedangkan ke dua saksi tersebut menunggu di kios depan Gerai Indomaret di Desa Simpang Peut.

Kemudian di tengah perjalanan pelaku RM dan korban mampir di rumah pelaku lainnya bernama RC. Pada saat bertemu RC inilah, menurut Machfud, pelaku RM meminta sangkur kepada RC dan selanjutnya ketiganya berboncengan dengan satu sepeda motor menuju TKP.

"Sampai di TKP jalan pinggir saluran irigasi Gampong Simpang Peut terjadilah penganiayaan terhadap korban di TKP. Selanjutnya pada saat kedua saksi mencoba menghubungi korban akan tetapi tidak ada jawaban, sekira pukul 23.27 WIB, rekan korban Edi Saputra dihubungi oleh saudaranya di Desa Ujong Pasi Kecamatan Kuala Kabupaten Nagan Raya serta memberitahukan bahwasanya teman saksi (koban) sudah meninggal dunia," ujarnya.

Adapun dari hasil visum, korban dihabisi dengan luka tusukan pada leher bagian belakang sedalam 3 cm, pada punggung belakang bagian tengah 0.5 cm, punggung kanan bagian tengah 0,5 cm, punggung kanan bawah 1 cm, dan punggung kanan tengah 1 cm.

Adapun barang bukti yang diamankan satu unit sepmor KLX BL 6439 EAF, satu unit Hp merek Oppo Renno 4, satu buah sangkur, tiga pasang sandal dan tas samping.

Komentar

Loading...