Unduh Aplikasi

Diduga Jambret, Dua Remaja di Lhokseumawe Nyaris Tewas Diamuk Massa

Diduga Jambret, Dua Remaja di Lhokseumawe Nyaris Tewas Diamuk Massa
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE - Dua remaja yang dituduh jambret nyaris tewas dan babak belur diamuk massa di Lhokseumawe pada Minggu (11/10) sekitar pukul 23.00 WIB. Kedua remaja tersebut berinisial MR (17) dan IK (16).

Korban jambret, Oca Febrianti (14) mengatakan, awalnya dia keluar dari rumah menggunakan sepeda motor untuk membeli pulsa. Namun, setibanya di Jalan Malikussaleh, dirinya dikejar dan dipepet oleh dua remaja tersebut.

“Jadi saya dipepet dan HP saya diambil, setelah itu saya kejar dua orang itu. Dan saya berusaha untuk menendang sepeda motor, mereka namun tidak berhasil,” katanya saat ditemui AJNN, Senin (12/10).

Oca menambahkan, dirinya terus berupa mengejar kedua pelaku tersebut, namun berhasil diberhentikan setelah dilewati becak di depan dan hampir menabrak becak tersebut.

“Sambil saya kejar, saya berteriak “maling-maling”, dan ketika mereka berhasil diberhentikan, karena abang kandung saya juga ikut mengejar, lalu saya tanya apa mereka, ambil namun tidak mau mengakuinya,” ujar Oca.

Oca mengaku sempat pingsan, saat diduga pelaku jambret itu dikeroyok dan dikerumuni oleh warga, hingga babak belur dan nyaris tewas karena mau dibakar massa.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Arifin Ahmad mengatakan, dua orang tersebut berhasil diamankan oleh tim Unit Reaksi Cepat (URC) Sat Sabhara Polres Lhokseumawe.

“Setelah diamankan kedua diduga pelaku diserahkan ke Polsek Banda Sakti, dalam kondisi sudah babak belur, namun sebelum dilakukan pemeriksaan semalam, kami mengarahkan agar kondisinya diperiksa dulu ke Puskesmas,” ungkap Kapolsek.

Lanjut Kapolsek, meskipun kondisi diduga pelaku sudah babak belur, namun tidak ditemukan barang bukti HP yang dijambret itu pada kedua terduga itu. Sehingga pihak Polsek memutuskan untuk memediasikan saja kedua belah pihak.

“Karena tidak ditemukan barang bukti, maka mereka kita mediasikan. Dan kedua belah pihak sudah kembali ke rumah masing-masing,” ungkapnya.

Salah seorang terduga pelaku jambret MR, membantah kalau dirinya sudah melakukan perbuatan kriminal tersebut. Bahkan dia mengaku, kalau hanya melewati saja, dan menjadi korban amukan massa.

“Kami berdua baru lewat di jalan itu, dan tiba-tiba kami sudah diduga sebagai pelaku jambret. Gara-gara itu kami babak belur seperti sekarang dan saya merasa kecewa,” tuturnya.

Komentar

Loading...