Unduh Aplikasi

Diduga Gejala Corona Tanpa Rapid dan Swab, Keluarga Pasien di RSUDCND Meulaboh Mengamuk

Diduga Gejala Corona Tanpa Rapid dan Swab, Keluarga Pasien di RSUDCND Meulaboh Mengamuk
Jenazah pasien yang divonis corona di RSUDCND ketika dibawa masuk ke ambulan. Foto: AJNN/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Keluarga salah seorang pasien mengamuk di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien Meulaboh (RSUDCND) Meulaboh. Pasien yang diduga corona meninggal dunia di ruang Penyakit Infeksi Emeeging dan Reemerging (Pinere) RSUDCND Meulaboh, Rabu, (26/8) malam sekira pukul 22.00 WIB.

Irma (27), keluarga dari pasien berinisial B, mengaku kecewa atas pelayanan pihak rumah sakit tersebut yang dinilai buruk karena tidak mendapat penanganan serius.

"Kami kecewa dengan pelayanan ini. Tidak di apa-apakan sudah dibilang memiliki gejala corona terhadap ayah saya. Ayah saya sampai meninggal dunia tidak di apa-apakan," kata Irma.

Irma mengungkapkan kalau dari sejak masuk rumah sakit Rabu (26/8), sekitar pukul 02.00 WIB hingga meninggal dunia, pasien tidak dilakukan rapid test, ronsen, serta swab. Tapi pihak rumah sakit sudah menyebutkan kalau ayahnya itu ada gejala terpapar Corona Virus Disease (Covid-19).

"Harusnya sebelum disebut memiliki gejala corona pasien di rapid test terlebih dulu untuk dilihat apakah reaktif atau negatif," ungkapnya.

Anehnya, semua tahapan belum dilakukan, pasien sudah disebut memiliki gejala dan akan dimandikan dan dimakamkan sesuai protokol kesehatan.

"Saya juga bekerja di salah satu rumah sakit di Banda Aceh, jadi saya tahulah bagaimana prosedurnya sebelum disebut gejala atau tidak. Apa salah di rapid dulu. Kan nggak lama rapid itu, jadi kami bisa tahu reaktif atau tidak jangan seperti ini," ujarnya.

"Memang umur sama Allah, kita tahu itu. Tapi harusnya ada tindakan dulu, bukan seperti ini caranya," tambah Irma.

Irma mengungkapkan keluarganya bukan tidak terima atas meninggalnya sang ayah, akan tetapi yang disesalkan adalah pelayanan rumah sakit yang dinilai terkesan acuh.

"Kami hanya bisa pasrah atas keputusan yang diambil pihak rumah sakit untuk memfardhukifayahkan ayahnya secara protokol Covid-19 termasuk dengan pemakamannya," ungkapnya.

Hingga berita ini diunggah, AJNN ini belum berhasil mendapat keterangan dari pihak RSUDCND Meulaboh.

Komentar

Loading...