Unduh Aplikasi

Didesak Kibarkan Bendera oleh Mahasiswa, Ketua DPRA Berang

Didesak Kibarkan Bendera oleh Mahasiswa, Ketua DPRA Berang
Mahasiswa diterima Ketua DPRA, Sulaiman di ruang kerjanya. Foto: AJNN.Net/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Sulaiman meminta mahasiswa yang menggelar aksi peringatan 14 tahun damai Aceh atau MoU Helsinky dan mendesak dikibarkannya bendera bulan bintang pada tiang bendera gedung wakil rakyat itu untuk tetap bersabar.

Hal itu disampaikan Sulaiman saat menerima massa mahasiswa di ruang rapat Ketua DPRA, Kamis (15/8).

Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa memaksa Ketua DPRA untuk berani mengambil sikap mengibarkan bendera bulan bintang yang telah diatur dalam Qanun Aceh.

"Di DPRA masalah ini sudah dibahas, sudah disahkan, untuk dikibarkan belum ada perintah, perlu ada kesabaran," kata Sulaiman saat menjawab pertanyaan mahasiswa.

Sulaiman mengatakan, terkait bendera bulan bintang ini masih tersangkut pada persoalan politik, karena pembahasan mengenai hal tersebut hingga saat ini pembahasannya masih terus terhenti.

"Pembahasan terus cooling down, ini dibahas antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat," ujarnya.

Selain itu, kata Sulaiman, untuk mengibarkan bendera bulan bintang, juga diperlukan adanya Peraturan Gubernur (Pergub) maupun Intruksi Gubernur (Ingub) Aceh.

"Harus ada pergub baru bisa dijalankan. Karena masalah politik hanya satu bahasa saya, yaitu sabar," tegas Sulaiman.

Namun, mahasiswa belum menerima kesimpulan yang diutarakan Ketua DPRA tersebut, mereka tetap memaksa harus ada kepastian mengenai bendera ini.

Baca: Mahasiswa Memaksa Kibarkan Bendera Bulan Bintang di Gedung DPRA

Karena mahasiswa ngotot mendesak segera dikabarkan, serta mempertanyakan peluang bendera tersebut bisa dinaikkan atau tidak. Sulaiman sempat berang lantaran massa tidak menerima penjelasannya itu.

"Loen koen malaikat, loen koen tuhan yang jet peuteunte bendera nyoe, yang jet loen jawab tugas kamoe DPRA kaleuh meusahkan peukara nyoe, (saya bukan malaikat, saya bukan tuhan yang bisa menentukan bendera ini, yang bisa saya jawab tugas kami DPRA sudah mengesahkan perkara ini)," tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi I DPRA, Azhari Cage menyampaikan bahwa persoalan bendera bulan bintang belum selesai dibahas antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Pusat karena memang pembahasannya belum memiliki titik temu.

"Kenapa belum selesai, ini karena pembahasannya terus coling down-coling down. Untuk itu dengan dorongan mahasiswa, kami bisa mendesak lagi Pemerintah Pusat," imbuh Azhari.

Kepada mahasiswa, Azhari berjanji akan berusaha menyelesaikan polemik bendera ini dalam jangka waktu satu bulan kedepan.

"Dalam satu bulan harus kita selesaikan semua," tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Azhari juga menuturkan, mengenai persoalan bendera sudah selesai disahkan DPRA, dan sekarang hanya tinggal mengawal agar segera diimplementasikan.

Caranya, mendesak Gubernur Aceh untuk mengeluarkan Pergub maupun Ingub, sehingga bendera bulan bintang bisa berkibar di seluruh Aceh secara resmi.

"Kita desak pemerintah pusat dan Gubernur buat Pergub atau Ingub, agar bisa dinaikkan di seluruh Aceh dengan resmi, dan sah menjadi bendera bangsa Aceh," ungkapnya.

Karena itu, Azhari meminta mahasiswa juga ikut berfikir bagaimana caranya supaya bendera dapat dikibarkan. Mengingat hambatan saat ini hanya dengan Pemerintah Pusat saja.

"Tapi ini kita sabar, caranya kita pikir bersama-sama. Ini hanya tertahan di Jakarta saja," pungkas Azhari.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...