Unduh Aplikasi

Didemo Warga, Manager Proyek PLTMG Sumbagut II: Kami Minta Maaf

Didemo Warga, Manager Proyek PLTMG Sumbagut II: Kami Minta Maaf
Mediasi warga Gampong Meuria Paloh dan PLTMG Sumbagut II. Foto: AJNN/Sarina 

LHOKSEUMAWE – Manager Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) II, Subrata meminta maaf kepada masyarakat Gampong Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe atas dampak diduga ditimbulkan oleh pabrik saat beroperasi.

“Kami memohon maaf atas timbulnya dampak lingkungan tersebut, selanjutnya akan kita tindak lanjuti dan terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan hidup,” katanya kepada sejumlah awak media, Selasa (13/10).

Dikatakan Subrata, apapun masalahnya bukan tidak ditindaklanjuti, namun semuanya butuh proses, apalagi sebelumnya sudah dilaksanakan pertemuan juga dengan perangkat gampong. Dan dari sana tindakan untuk jangka pendek dan jangka panjang sudah dilakukan.

“Saat ini kami sedang menunggu hasil dari pengambilan sample yang sudah diserahkan ke BLHK Lhokseumawe, pada prinsipnya kami akan mengikuti apapun yang tertera di amdal, dan BLHK selaku pengawas kami,” ujarnya.

Lanjutnya, permintaan warga tersebut akan tetap direspon, dan akan diselidiki apa yang menyebabkan kebisingan tesebut. Namun, terkait permintaan warga untuk mengehetikan operasi pabrik, tidak bisa dilakukan 100 persen, namun akan di cek lebih dulu, mesin mana yang menimbulkan kebisingan itu.

“Jika pun nanti yang bisa kami perioritaskan untuk tidak beroperasi hanya lima mesin saja, dari total 13 mesin yang biasa beroperasi,” ungkapnya.

Soal kerusakan rumah, beberapa waktu lalu pihaknya sudah diajak langsung untuk melihatnya. Namun, untuk membuktikan bahwa kerusakan disebabkan oleh getaran maka akan dibentuk tim investigasi bersama.

“Karena kita tidak tau, apakah kerusakan itu dari kita, atau memang sudaha da sebelumnya,” imbuhnya.

 

 

Komentar

Loading...