Unduh Aplikasi

Didatangi DPP, Segel Kantor PAN Aceh Dibongkar Paksa Ketua DPD Se-Aceh

Didatangi DPP, Segel Kantor PAN Aceh Dibongkar Paksa Ketua DPD Se-Aceh
Pengurus PAN Se-Aceh saat membongkar paksa pintu gerbang menggunakan palu

BANDA ACEH - Segel kantor Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Aceh dibongkar paksa pengurus dan para Ketua DPD kabupaten/kota se Aceh, Minggu (6/10).

Para pengurus daerah itu berkumpul dan melakukan bongkar paksa pintu gerbang yang telah tersegel tersebut karena didatangi utusan DPP yakni Viva Yoga Mauladi.

Sebelum beranjak ke kantor DPW, Viva terlebih dahulu telah melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah pengurus dari dua kubu yang berseberangan di salah satu cafe di kawasan Aceh Besar.

Baca: DPP Kirim Utusan untuk Selesaikan Konflik PAN Aceh

Usai pertemuan, baru kemudian secara bersamaan mereka bergerak ke kantor DPW.

Hingga saat ini, sebagian besar pengurus dan utusan DPP masih berkumpul di kantor DPW. Belum diketahui sejauh mana proses penyelesaian konflik internal itu. Viva sendiri belum mau memberikan keterangan apapun terhadap masalah ini.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris DPW PAN Aceh, Zulfitri mengatakan, kehadiran utusan DPP PAN telah tersebut untuk menyelesaikan konflik internal PAN Aceh.

"Informasinya, tujuan kedatangan utusan DPP itu untuk menyelesaikan konflik internal dengan cara meninjau ulang SK penetapan ketua dan sekretaris dengan mengembalikan proses tata cara pemilihan kepada mekanisme yang ada yang di atur sesuai dengan AD/ART Partai," kata Zulfitri kepada AJNN, Sabtu malam (5/10).

Seperti diketahui, akibat konflik berkepanjangan ini, sejumlah kader dan pengurus telah menyegel kantor DPW PAN, dan Ketua DPW PAN Aceh T Hasbullah juga telah dilaporkan ke Polda Aceh atas dugaan pemalsuan tandatangan.

Konflik PAN Aceh ini muncul akibat adanya SK DPP tentang penetapan Ketua dan Sekretaris DPW Aceh secara definitif. Kebanyakan pengurus menolak lantaran kebijakan tersebut tidak didasari dari hasil rapat pengurus harian.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...